Posts Tagged with ‘Jawa Timur’


Menelusuri Jejak Gadjah Mada di Air Terjun Madakaripura

Majapahit di masa jayanya mempunyai seorang mahapatih yang bersumpah akan mempersatukan Nusantara di bawah panji-panji kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia itu. Ia adalah Mahapatih Gadjah Mada, seorang gagah perkasa yang berhasil menaklukkan Nusantara dan menyatukannya dalam kekuasaan Majapahit. Konon di akhir hidupnya, sang mahapatih menghabiskan waktunya dengan bertapa hingga muksa di suatu gua di air terjun di kaki Gunung Tengger.


Galeri Foto Pergelaran Seni Dan Budaya Bojonegoro

Kali ini saya berkesempatan meliput acara Pergelaran Seni dan Budaya Bojonegoro yang dilangsungkan di Gedung Cak Durasim atau biasa juga dikenal sebagai Taman Budaya Surabaya. Gedung yang terletak di Jl. Genteng Kali ini memang biasa digunakan sebagai tempat pementasan seni dan budaya Surabaya dan Jawa Timur. Acara Pergelaran Seni dan Budaya Bojonegoro sendiri mementaskan campur sari, seni tari dan ketoprak. Selain itu, di sekitar gedung juga terdapat berbagai booth yang menjajakan barang kerajinan dan makanan khas Bojonegoro.


Ada Patung Buddha Tidur Di Trowulan Mojokerto

Siapa yang sangka kalau ternyata Indonesia mempunyai Patung Buddha Tidur (The Sleeping Buddha) terbesar nomor tiga di dunia? Orang-orang tentu semakin terkejut kalau tahu patung itu adanya di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Saya yang sudah tinggal di Jawa Timur selama tujuh tahun baru tahu keberadaan patung berukuran raksasa ini tahun lalu. Adalah novel ‘Akar’, salah satu buku karya Dewi Dee Lestari dari serial Supernova, yang menginspirasi saya untuk mengunjungi patung ini. Kebetulan episode ‘Akar’ memang banyak bersinggungan dengan ajaran Buddha.


Tradisi Pasar Bandeng Masyarakat Gresik

Ada satu tradisi yang sudah berumur ratusan tahun dan masih lestari hingga kini di daerah Gresik, yaitu Pasar Bandeng. Tradisi ini diadakan di akhir bulan Ramadhan, biasanya berlangsung selama dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya. Konon kebiasaan mengadakan pasar ini merupakan warisan dari Sunan Giri. Kala itu, sang wali menggiatkan penjualan bandeng untuk mengangkat perekonomian masyarakat Gresik. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Surabaya ini memang memiliki letak yang dekat dengan Pantai Utara Pulau Jawa sehingga menjadi salah satu pusat tambak udang dan bandeng di Jawa Timur.


Ketinggalan Sunrise Di Gunung Bromo

Bromo sepertinya sudah menjadi salah satu primadona pariwisata di Jawa Timur. Keindahan pemandangan alam di kawasan gunung api yang masih aktif ini memang tak perlu diragukan lagi. Pemandangan matahari terbit (sunrise), Lautan Pasir, Bukit Teletubbies, Pasir Berbisik, hingga pemandangan Kawah Gunung Bromo menjadi menu utama di kawasan wisata ini. Selain itu masih ada upacara Yadnya Kasada yang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jadi tak salah bila Gunung Bromo sangat ramai dikunjungi para pelancong, apalagi saat hari libur atau akhir pekan tiba.


Menjenguk Segara Anakan Di Pulau Sempu

Saya sengaja memilih menggunakan kata ‘menjenguk’ untuk judul tulisan ini karena Pulau Sempu memang sedang sakit. Ah yang benar dong, masa pulau bisa sakit? Ya, Pulau Sempu sakit karena ulah kita semua yang beramai-ramai menaklukkannya demi memproklamasikan pada dunia bahwa kita sudah pernah dari sana. Pada awalnya, Pulau Sempu itu mempunyai status Cagar Alam yang berarti tidak diizinkan memasukinya kecuali untuk keperluan penelitian. Entah sejak kapan dan entah siapa yang memulai, status itu kini sepertinya sudah berubah. Wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara dengan mudahnya mendapatkan izin masuk ke pulau ini. Celakanya lagi, Pemda Malang dan BKSDA Jatim selaku pengelola Pulau Sempu seolah membiarkan keramaian yang setiap akhir pekan atau hari libur seolah berlomba-lomba menyeberang demi mencapai Segara Anakan.


Gallery Foto Pawai Budaya Surabaya 2013

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Surabaya kembali menyelenggarakan Pawai Budaya 2013 untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kota Surabaya. Pawai yang dilaksanakan pada hari Minggu (05/05/2013) ini berlangsung mulai pukul 14.00 WIB di beberapa jalan protokol Kota Pahlawan. Iring-iringan peserta dimulai dari Tugu Pahlawan dan berakhir di Taman Surya. Keramaian ini berhasil menyedot perhatian wisatawan dari Kota Surabaya dan daerah lain di Jawa Timur. Peserta pawai cukup beragam, mulai dari perwakilan berbagai kabupaten di Jawa Timur, instansi pemerintah, perusahaan swasta, sekolah dan kampus, bahkan ada juga perwakilan dari luar propinsi.


Foto-foto Karapan Sapi Madura 2013

Selain menyenangkan untuk ditonton, pertunjukan budaya Karapan Sapi Madura juga sangat cocok untuk hunting foto-foto bagus. Suasana balapan, arena karapan, kecepatan sapi, hingga ekspresi sang joki merupakan objek fotografi yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Idealnya berburu foto di sport event seperti ini kamera harus dilengkapi lensa tele zoom yang cepat untuk menangkap momen dari jarak jauh. Namun kalau belum punya juga tidak jadi masalah :). Saya mendatangi Lapangan Skep di Bangkalan berbekal kamera Canon 1100D dengan lensa EFS 18-55 mm. Hasilnya saya suguhkan dalam artikel ini. WARNING: bandwidth killer! 😀


Karapan Sapi: Wisata Budaya Andalan Madura

Madura itu bukan hanya tentang sate, soto, atau garam apalagi carok. Madura itu sesunguhnya punya banyak potensi yang belum digarap dengan maksimal. Hasil perkebunan tembakau dari Sumenep konon yang terbaik kualitasnya di dunia. Cadangan minyak bumi lepas pantai di beberapa daerah Madura juga dikabarkan cukup berlimpah. Pelajar-pelajar dari Pulau Garam ini juga bergantian menghiasi media massa dengan prestasi mereka menjuarai lomba tingkat nasional. Dan bukan hanya itu, Madura juga punya potensi pariwisata yang cukup menjanjikan andai dikelola dengan baik. Puluhan pantai indah membentang dari sisi barat hingga timur pulau. Kerajinan Batik Tulis Madura dengan corak dan warnanya yang berani mulai dikenal dunia. Wisata kuliner pun tak kalah hebatnya. Lalu masih ada Karapan Sapi, wisata budaya yang bisa menjadi andalan menarik minat para pelancong.


Berwisata Ke Mercusuar Peninggalan Belanda Di Bangkalan

Indonesia itu sesungguhnya kaya akan peninggalan bangunan bersejarah. Salah satunya adalah sebuah mercusuar peninggalan Belanda di Bangkalan, Pulau Madura. Mercusuar ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Z.M. Willem III. Menurut plat yang masih tertempel di menara suar ini, pembangunan selesai dilakukan pada tahun 1879. Artinya bangunan ini sudah berdiri selama 134 tahun. Hebatnya mercusuar ini masih berfungsi dengan baik hingga kini. Ketika malam tiba, lampu-lampu di puncak menaranya dengan setia menerangi puluhan hingga ratusan kapal yang mengarungi Selat Madura.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi