5 Wisata Kuliner Khas Kota Makassar

Backpacking ke suatu kota tanpa mencicipi berbagai makanan khas kota tersebut ibarat sayur tanpa garam, hambar. Apalagi Indonesia mempunyai kekayaan wisata kuliner yang begitu beragam. Dari Sabang hingga Merauke kita dapat menemukan berbagai makanan khas di setiap daerah. Kali ini saya akan mencoba mengeksplorasi kekayaan wisata kuliner di Kota Daeng, Makassar. Kota terbesar di Indonesia bagian timur ini memang terkenal dengan cita rasa wisata kulinernya. Berikut ini adalah 5 wisata kuliner khas Kota Makassar.

Lezatnya Sate Kelinci dan Sate Landak di Kaki Lawu

Menikmati lezatnya Sate Kelinci dan Sate Landak setelah tiga hari melakukan pendakian di Gunung Lawu tidak saja menjadi wisata kuliner yang lezat tapi juga akan mengembalikan stamina yang terkuras medan yang ekstrim. Makan memang merupakan salah satu kegiatan yang menjadi prioritas utama di akhir pendakian. Kebetulan sekali di kaki Gunung Lawu tepatnya di pintu masuk Cemoro Kandang terdapat banyak rumah makan yang menyediakan menu Sate Kelinci dan Sate Landak.

Mendaki Gunung Lawu Yang Penuh Aroma Mistis

Mistis, satu kata yang paling sering dikaitkan dengan Gunung Lawu. Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah ini konon memang merupakan pusat kegiatan spritual di Pulau Jawa. Boleh percaya, boleh tidak. Untuk sedikit pembuktian coba saja melakukan pencarian dengan kata kunci Gunung Lawu di Google. Saya sendiri menemukan banyak cerita mistis yang dialami para pendaki ketika melakukan ekspedisi di gunung ini. Namun bukan pendaki gunung namanya kalau menghindari pendakian gunung hanya gara-gara mitos seputar mistis.

Wisata Sejarah di Fort Rotterdam, Makassar

Selain terkenal dengan wisata kuliner sea food, Kota Makassar juga punya wisata-wisata yang sarat nilai sejarah. Salah satunya adalah Fort Rotterdam atau biasa dikenal juga dengan nama Benteng Ujung Pandang. Benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo ini terletak di sebelah barat Makassar, tepatnya di Jl. Ujung Pandang. Lokasinya sangat dekat sekali dengan pantai, hanya dipisahkan oleh jalan beraspal. Menurut catatan sejarah, benteng ini pertama kali didirikan pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9.

Menanti Bekantan di Hutan Mangrove Margomulyo, Balikpapan

Objek wisata Hutan Mangrove Margomulyo terletak di Kecamatan Margomulyo, Balikpapan Barat. Lokasinya berada di belakang SMA Negeri 8 Balikpapan. Jaraknya hanya sekitar 9 km dari pusat kota. Sayangnya belum ada akses angkutan kota menuju lokasi. Salah satu alternatif adalah menggunakan jasa tukang ojek dari Pasar Inpres Kebun Sayur. Jangan lupa untuk membuat kesepakatan dulu dengan tukang ojeknya, termasuk apakah dia akan menunggu kita di depan pintu masuk atau tidak. Kalau belum terlalu sore biasanya di sekitar pintu masuk selalu ada tukang ojek yang mangkal, jadi tidak perlu khawatir masalah transportasi kembali ke kota.

Berburu Oleh-oleh Khas Balikpapan di Pasar Inpres Kebun Sayur

Pasar tradisional adalah salah satu tempat yang wajib saya kunjungi ketika jalan-jalan ke suatu daerah. Mengapa wajib? Di pasar tradisional saya bisa menyaksikan langsung dinamika kehidupan masyarakat daerah tersebut. Di pasar tradisional saya juga bisa berinteraksi langsung dengan warga setempat. Di pasar tradisional saya bisa mencicipi berbagai masakan khas satu daerah dengan harga miring. Di pasar tradisional saya bisa menemukan berbagai hal menarik. Bagi saya pribadi, pasar tradisional merupakan cerminan kehidupan masyarakat satu daerah.

Menengok Wisata Penangkaran Buaya di Teritip, Balikpapan

Bertemu buaya di habitat aslinya mungkin akan membuat sebagian besar orang ketakutan. Namun hal seperti itu tidak perlu terjadi jika kita berkunjung ke lokasi Penangkaran Buaya Teritip. Yup, tempat ini cocok sekali untuk mereka yang ingin melihat buaya dari dekat tanpa harus merasa waswas. Tempat ini juga bisa menjadi wisata alternatif jika sedang backpacking ke Kota Balikpapan dan sudah puas mengunjungi semua pantainya. Lokasi penangkaran terletak sekitar 28 km dari pusat kota, tidak jauh dari Pantai Manggar. Pengunjung bisa menggunakan angkutan umum nomor 7 untuk mencapai lokasi ini. Namun sebaiknya pastikan dulu kalau angkutan yang ditumpangi akan sampai ke lokasi penangkaran.

Wisata Pantai Di Kota Minyak, Balikpapan

Saya selalu salah mengira kalau Balikpapan adalah ibu kota dari Kalimantan Timur. Padahal kota dengan biaya termahal se-Indonesia ini hanya diposisikan sebagai pusat industri dan pintu gerbang Kalimantan Timur. Sedangkan pusat pemerintahan alias ibu kota berada di Samarinda. Balikpapan mendapat julukan Kota Minyak (Banua Patra) lantaran di sana terdapat salah satu kilang minyak terbesar di negeri ini. BBM yang dihabiskan di Pulau Jawa itu asalnya dari sini. Anehnya saat saya backpacking ke sana, masih saja ada antrian kendaraan bermotor di SPBU. Negeri ini memang terkadang lucu tak lucu.

Pengalaman Horor di Jembatan Barito

Ternyata rencana yang baik sekalipun tidak selalu berjalan dengan baik. Walaupun semuanya sudah direncanakan dengan terperinci kadang ada saja faktor x yang bisa membuat rencana itu tidak berjalan semestinya. Itu yang saya alami ketika backpacking ke Banjarmasin beberapa waktu yang lalu. Sesuai dengan rencana, sehari sebelum pulang saya hendak mengunjungi Pasar Terapung Kuin, Pulau Kembang, Masjid Sultan Suriansyah, eksplorasi kota Banjarmasin, dan sore harinya ke Jembatan Barito. Semuanya berjalan dengan lancar kecuali rencana ke Jembatan Barito yang hampir saja batal.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi