Bukti Keistimewaan Yogyakarta di Museum Benteng Vredeburg

Saya harus berjalan kaki dari Pasar Beringharjo lantaran parkir di dekat Benteng Vredeburg pagi itu sudah cukup penuh. Jaraknya memang tak terlalu jauh, apalagi hari itu saya tak sendirian. Saya bersama lima orang teman berniat mengelilingi Kota Yogyakarta seharian penuh sebelum kembali ke Surabaya. Tujuan pertama kami pagi itu adalah Museum Benteng Vredeburg. Menurut salah seorang teman yang sudah tinggal cukup lama di Jogja, saya harus mengunjungi benteng ini kalau mau tahu lebih banyak tentang keistmewaan Yogyakarta dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Wisata Kuliner Jogja: Ayam Geprek Super Pedas

Yang namanya pelancong/backpacker/traveler itu ya, seharian pasti jalan melulu. Mereka tak akan hentinya mengeksplorasi satu daerah yang sedang dikunjungi. Semua tempat bakal dikunjungi, mulai dari yang sudah populer sampai yang belum pernah dilihat orang lain. Ada yang merencanakannya dengan apik namun ada pula yang lebih memilih jalan tanpa rencana. Mereka yang terakhir ini menikmati sensasi tersesat di suatu wilayah sebagai suatu pengalaman tak terlupakan. Pilihan mana pun yang sobat pejalan pilih, jangan sampai lupa deh ngisi perut pada waktunya. Bukan hanya mata, hati, dan otak kita yang perlu diisi pada saat melancong, perut juga berhak mendapatkan asupannya.

Wisata Kuliner Jogja: Wedang Uwuh Alias Minuman Sampah

Tak perlu terkejut membaca judul artikel ini :). Saya sama sekali tidak sedang berbohong atau berkelakar. Minuman ini saya temukan dalam perjalanan wisata di Jogjakarta beberapa waktu yang lalu. Dalam bahasa Jawa namanya Wedang Uwuh, wedang artinya minuman dan uwuh kurang lebih artinya sampah. Wedang Uwuh ya minuman sampah. Saat kali pertama memesannya, setiap orang mungkin akan langsung mengira ini bukan minuman sungguhan. Penampakannya memang lebih terlihat seperti sampah yang dikumpulkan dalam gelas lalu disiram dengan air panas.

Candi Mendut Bukan Saksi Bisu Kisah Roro Mendut

Pernah mendengar atau membaca kisah kasih tak sampai Roro Mendut dengan Pronocitro? Tragedi cinta itu sudah bagaikan legenda yang hidup di Pulau Jawa. Sebagian orang mungkin akan membandingkannya dengan kisah Romeo dan Juliet mahakarya William Shakespeare. Lalu apa hubungannya dengan Candi Mendut? Tentu saja tidak ada. Mungkin suatu kebetulan keduanya menggunakan nama Mendut, satunya adalah wanita cantik yang terkenal kemolekannya sedangkan satunya lagi adalah sebuah bangunan candi yang anggun. Kebetulan pula letaknya saling berdekatan, kita masih dapat menyaksikan makam Roro Mendut di Sleman yang hanya berjarak 2 jam perjalanan dari Candi Mendut yang ada di Magelang.

Candi Borobudur Itu Di Magelang Bukan Di Jogja

Candi Borobudur itu salah satu mahakarya nenek moyang bangsa Indonesia yang sudah diakui dunia. Tidak saja banyak dikunjungi wisawatan dari berbagai negara tapi juga pernah didaulat menjadi satu dari tujuh keajaiban di dunia. PBB melalui UNESCO pun sudah memasukkan candi peninggalan Wangsa Syailendra ini ke dalam daftar warisan dunia yang harus dilindungi keberadaannya. Tak sedikit pula selebritis dunia yang sudah berkunjung ke candi yang biasa digunakan untuk perayaan Waisak oleh umat Buddha ini. Sebut saja Maria Sharapova dan Richard Gere sebagai contohnya.

Candi-candi Berserakan di Jalur Jolotundo G. Penanggungan

Pendakian itu tak melulu soal menggapai puncak. Pendakian itu tak melulu masalah ketinggian. Pendakian itu seringnya adalah soal mencari makna. Bahkan kadang-kadang pendakian bisa berubah menjadi ekspedisi arkeologi bersejarah. Hal seperti itulah yang akan terjadi tatkala kita mendaki Gunung Penanggungan. Di masa lalu gunung yang lebih dikenal dengan nama Pawitra ini ternyata merupakan pusat kegiatan keagamaan. Bukti-buktinya dapat dilihat hingga saat ini. Puluhan candi, pertirtaan, dan makam tersebar di tubuh gunung yang konon sering dikunjungi Hayam Wuruk ini.

Catatan Pendakian Gunung Penanggungan 1.653 MDPL

Jumat, 15/11/2013 Pukul 21.30 WIB

“Wow!” Begitulah ekspresi yang berhasil aku terjemahkan menjadi kata-kata demi melihat keindahan pemandangan di depan mata saat tiba di puncak Gunung Penanggungan. Nun jauh di bawah sana terhampar jutaan bola lampu yang mengeluarkan sinar berwarna kekuningan. Berkilauan. Kerlap-kerlip. Terlihat seperti sekelompok kunang-kunang yang sedang berpesta merayakan datangnya malam. Bermandikan cahaya. Aku segera meletakkan tas carrier berkapasitas 75L yang sedari tadi menggelantung di pundakku. Lalu aku membentangkan tangan, menutup mata, meresapi segala rasa yang dapat aku rasakan. Sementara itu angin berhembus dengan kencangnya, menularkan rasa dingin yang menusuk hingga tulang. Aku tak lagi merasakan lelah atau pun pegal, semuanya sudah menguap bersama angin dan keringat yang bercucuran di sekujur tubuh.

Situs Trowulan, Bukti Kejayaan Kerajaan Majapahit

Orang Indonesia mana yang tak tahu Kerajaan Majapahit? Mungkin setiap orang di negeri ini tahu kalau Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara. Sejarah mencatat bahwa wilayah kekuasaan kerajaan yang berjaya di masa pemerintahan Hayam Wuruk ini membentang dari ujung barat hingga ujung timur kepulauan Nusantara. Bahkan beberapa sumber menyebutkan kalau sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara juga termasuk ke dalam daerah bawahannya. Kerajaan Majapahit juga dikenal lantaran kehebatan Gadjah Mada, sang mahapatih, yang mengucapkan Sumpah Palapa untuk menyatukan Nusantara di bawah panji-panji kekuasaan Majapahit. Boleh dikatakan Majapahit adalah embrio Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun tak banyak orang yang tahu kalau sisa-sisa kejayaan Majapahit masih dapat disaksikan di Situs Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

8 Objek Wisata Menarik Di Kota Banjarmasin

Banjarmasin, Kota Seribu Sungai itu identik dengan pasar terapung yang memang sangat unik dan tidak dapat kita temukan dengan mudah di tempat lain. Walaupun keberadaannya semakin terancam oleh modernisasi pembangunan yang lebih berorientasi di darat, tampaknya keberadaan pasar tradisional ini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para backpacker dan pelancong yang mengunjungi Kalimantan Selatan. Namun sebenarnya di Banjarmasin masih terdapat daya tarik selain pasar terapung. Berikut ini 8 objek wisata menarik di Kota Banjarmasin.

Menelusuri Jejak Gadjah Mada di Air Terjun Madakaripura

Majapahit di masa jayanya mempunyai seorang mahapatih yang bersumpah akan mempersatukan Nusantara di bawah panji-panji kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia itu. Ia adalah Mahapatih Gadjah Mada, seorang gagah perkasa yang berhasil menaklukkan Nusantara dan menyatukannya dalam kekuasaan Majapahit. Konon di akhir hidupnya, sang mahapatih menghabiskan waktunya dengan bertapa hingga muksa di suatu gua di air terjun di kaki Gunung Tengger.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi