Archive for the ‘Kota’ Category


Foto-foto Karapan Sapi Madura 2013

Selain menyenangkan untuk ditonton, pertunjukan budaya Karapan Sapi Madura juga sangat cocok untuk hunting foto-foto bagus. Suasana balapan, arena karapan, kecepatan sapi, hingga ekspresi sang joki merupakan objek fotografi yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Idealnya berburu foto di sport event seperti ini kamera harus dilengkapi lensa tele zoom yang cepat untuk menangkap momen dari jarak jauh. Namun kalau belum punya juga tidak jadi masalah :). Saya mendatangi Lapangan Skep di Bangkalan berbekal kamera Canon 1100D dengan lensa EFS 18-55 mm. Hasilnya saya suguhkan dalam artikel ini. WARNING: bandwidth killer! 😀


Karapan Sapi: Wisata Budaya Andalan Madura

Madura itu bukan hanya tentang sate, soto, atau garam apalagi carok. Madura itu sesunguhnya punya banyak potensi yang belum digarap dengan maksimal. Hasil perkebunan tembakau dari Sumenep konon yang terbaik kualitasnya di dunia. Cadangan minyak bumi lepas pantai di beberapa daerah Madura juga dikabarkan cukup berlimpah. Pelajar-pelajar dari Pulau Garam ini juga bergantian menghiasi media massa dengan prestasi mereka menjuarai lomba tingkat nasional. Dan bukan hanya itu, Madura juga punya potensi pariwisata yang cukup menjanjikan andai dikelola dengan baik. Puluhan pantai indah membentang dari sisi barat hingga timur pulau. Kerajinan Batik Tulis Madura dengan corak dan warnanya yang berani mulai dikenal dunia. Wisata kuliner pun tak kalah hebatnya. Lalu masih ada Karapan Sapi, wisata budaya yang bisa menjadi andalan menarik minat para pelancong.


Berwisata Ke Mercusuar Peninggalan Belanda Di Bangkalan

Indonesia itu sesungguhnya kaya akan peninggalan bangunan bersejarah. Salah satunya adalah sebuah mercusuar peninggalan Belanda di Bangkalan, Pulau Madura. Mercusuar ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Z.M. Willem III. Menurut plat yang masih tertempel di menara suar ini, pembangunan selesai dilakukan pada tahun 1879. Artinya bangunan ini sudah berdiri selama 134 tahun. Hebatnya mercusuar ini masih berfungsi dengan baik hingga kini. Ketika malam tiba, lampu-lampu di puncak menaranya dengan setia menerangi puluhan hingga ratusan kapal yang mengarungi Selat Madura.


Post Cards From Thailand

Seorang sahabat saya yang magang di Kedubes RI di Kota Bangkok, Thailand kebetulan baru saja pulang beberapa waktu yang lalu. Tanpa disangka ternyata dia juga bawa oleh-oleh untuk saya. Hebatnya lagi dia rela mengirimkan oleh-oleh itu dari Surabaya ke Madura. Dibungkus dengan kertas kado berbentuk kemeja yang dilipat dengan rapi, paket itu akhirnya sampai juga di kontrakan hari Minggu beberapa waktu yang lalu. Awalnya saya kebingungan juga saat hendak membukanya. Sayang rasanya jika harus merobek-robek kertas pembungkusnya yang dibentuk sedemikian rupa. Sampai saat ini saya masih tidak habis pikir bagaimana cara membuat pembungkus kado yang super kreatif seperti itu.


KRI Dewaruci, Penguasa Lautan Dari Indonesia

KRI Dewa Ruci adalah satu-satunya kapal layar tiang tinggi yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut. Ia juga merupakan kapal layar paling besar yang dimiliki Indonesia. Nama Dewa Ruci sendiri diambil dari nama dewa penguasa lautan dalam kisah pewayangan Jawa. Kapal buatan Jerman tahun 1952 ini difungsikan sebagai kapal latih untuk para kadet/taruna TNI AL. Saat tak bertugas, kapal ini bermarkas di Mako Armada Timur Surabaya. Namun sepanjang hayatnya, KRI Dewa Ruci lebih banyak mengarungi lautan bersama para kadet.


Mengintip Markas Komando Armada Timur

Pada umumnya daerah-daerah khusus militer di Indonesia bersifat sangat tertutup. Tidak mudah untuk melihat isinya. Terkadang sudah seperti daerah angker yang dikeramatkan saja. Jangankan untuk mengintip isi markas sekelas Markas Komando Armada Timur (Mako Armatim), lewat dari depan Markas Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) saja kita harus seperti menunduk-nunduk. Saya masih ingat betul sewaktu SMA setiap kali bus yang saya tumpangi lewat di depan Markas Rindam lajunya harus sangat pelan. Ada suara bising sedikit saja bisa ditegur sama aparat.


Foto-foto Unik dan Menarik Dari Pawai Ogoh-Ogoh Surabaya

Walaupun harus berlari-lari di bawah terik sinar matahari yang membakar kulit, saya tetap semangat menjepret momen demi momen di acara Pawai Ogoh-ogoh Surabaya yang diadakan di Tugu Pahlawan. Pawai Ogoh-ogoh di Kota Pahlawan ini memang dilangsungkan siang hari bukan sore menjelang malam seperti di Bali. Sekitar 11 raksasa berwajah menyeramkan siang itu di arak mengelilingi Tugu Pahlawan. Patung-patung berukuran besar itu adalah perwujudan Buta Kala sebagai lambang kejahatan, nantinya mereka akan dibakar sebagai simbol kalahnya kejahatan.


Pawai Ogoh-ogoh Di Tugu Pahlawan, Surabaya

Setelah sehari sebelumnya menyaksikan Upacara Melasti di Pura Agung Jagat Karana, Senin (11/03/2013) yang lalu saya kembali menyempatkan diri untuk melihat pawai Ogoh-ogoh di Tugu Pahlawan, Surabaya. Jika di Bali Ogoh-ogoh diarak sore hari menjelang malam, maka di Surabaya sedikit agak berbeda. Pawai Ogoh-ogoh di Kota Pahlawan dilakukan di siang hari. Pasalnya rombongan harus kembali ke pura asalnya masing-masing pada sore harinya. Itu sebabnya juga tidak ada pembakaran Ogoh-ogoh karena acara itu akan dilangsungkan di daerah asalnya.


Upacara Melasti Di Pura Agung Jagat Karana, Surabaya

Tiga atau dua hari menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu biasanya melakukan upacara Melasti. Melasti adalah upacara untuk menyucikan manusia dan alam dari segala kotoran (leteh). Pada hari ini umat Hindu beramai-ramai mendatangi pura dan mengarak segala sarana persembahyangan yang ada di pura ke danau atau pantai. Umat Hindu percaya bahwa pantai dan danau merupakan sumber air suci (tirta amerta) yang bisa menyucikan kotoran di dalam diri manusia dan alam. Arak-arakan umat yang membawa segala sarana persembahyangan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Itu sebabnya Bali sangat ramai menjelang Hari Raya Nyepi.


Menanti Matahari Terbenam di Pantai Losari

Matahari terbenam atau sunset merupakan salah satu keindahan fenomena alam yang sangat saya kagumi. Saya selalu takjub bagaimana alam memberikan pertunjukan warna yang sangat magis di ufuk barat tatkala Sang Mentari turun ke peraduannya. Kombinasi warna-warni merah, kuning keemasan, dan jingga menghiasi langit menyajikan tontonan yang memanjakan mata. Bagi saya pribadi, sunset adalah momen yang sangat menenangkan. Ada suatu kedamaian tersendiri saat menyaksikannya. Dan pantai merupakan salah satu tempat yang paling pas untuk menanti matahari terbenam.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi