Gunung Kelud Dalam Kenangan Sebelum Erupsi 2014

Di awal tahun 2014 ini kita semua dikejutkan dengan letusan Gunung Kelud. Walaupun tak sedahsyat letusan-letusan sebelumnya, debu vulkanik yang dikeluarkan Kelud kali ini menyebar hingga ke seluruh penjuru Pulau Jawa. Tak tanggung-tanggung semua bandara di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta terpaksa ditutup karena landasan pacu ditutupi abu yang cukup tebal. Ribuan jiwa penduduk yang hidup di sekitar Gunung Kelud mulai dari Kediri, Malang, hingga Tulung Agung harus mengungsi. Meninggalkan kampung dan rumahnya. Menelantarkan ladang dan ternaknya.

Empat tahun lalu keindahan pemandangan Gunung Kelud berhasil membuatku berdecak kagum. Kala itu suasana di puncak gunung paling aktif di Jawa Timur ini sangat sepi. Sunyi. Tenang. Hampir tak ada kesibukan yang berarti. Tak tampak pula keramaian aktivitas wisata. Hanya ada petugas jaga dan pemilik warung di dekat pintu masuk. Lalu rombonganku datang menggunakan mobil dan beberapa sepeda motor.

Tebing di Gunung Kelud

Pemandangan sebelum terowongan

Gazebo di puncak Gunung Kelud

Di puncak sana ada gazebo

Aku bahkan sudah lupa berapa tiket masuk yang kami bayarkan waktu itu. Namun memori ketika satu per satu kami memasuki terowongan gelap menuju kawah gunung yang terletak di Kabupaten Kediri ini masih tercetak dengan jelas di kepalaku. Terowongan yang dibangun di masa Belanda itu tidak terlalu panjang. Ketiadaan cahaya di dalamnya menghasilkan gelap yang sempurna. Mata tak dapat menangkap apapun, namun kaki tetap saja berjalan meraba-raba di kegelapan. Tiba-tiba saja semua orang diam. Hening. Mungkin sedang menikmati kegelapan yang membutakan itu. Atau bisa jadi semua orang sedang merasakan ketakutan yang sama.

Aku jadi ingin tertawa sendiri mengingat momen di ujung terowongan itu. Ketika setitik cahaya terlihat di depan sana, kami semua serentak berlari. Berlomba menjadi yang pertama mencapainya. Lalu tawa pun meledak setelah semua orang keluar dari terowongan. Beberapa orang masih ngos-ngosan akibat adu sprint di mulut terowongan.

Selanjutnya kami semua terdiam demi menyaksikan anak Gunung Kelud. Si bayi ini muncul di tengah kawah yang dulunya dipenuhi air membentuk sebuah danau. Andai saja datang sebelum tahun 2008, mungkin aku masih akan melihat keindahan danau itu. Kini danau itu sudah mengering. Airnya disedot si jabang bayi yang kala itu tampak selalu diselimuti asap. Suatu pertanda ia sangat aktif. Suatu pertanda kalau dapur magmanya di bawah sana sedang giat-giatnya menghasilkan energi.

Anak Gunung Keludd

Jabang bayi Gunung Kelud

Pusat kawah Gunung Kelud

Berpose di dekat si jabang bayi

Aku dan beberapa teman serombongan juga sempat mencoba menggapai salah satu puncak Gunung Kelud. Menapaki anak tangga demi anak tangga yang jumlahnya ratusan atau bahkan mungkin ribuan. Pemandangan yang tersaji di puncak sana sungguh sangat indah. Hampir semua pemandangan di Gunung Kelud terlihat. Jalan masuk tampak seperti seekor ular yang sedang meliuk-liuk. Lalu di beberapa sisi tebing-tebing menjulang tinggi. Kokoh. Seakan hendak membentengi si jabang bayi.

Tak heran bila Gunung Kelud menjadi salah satu tujuan wisata andalan di Kabupaten Kediri. Ia menyimpan keindahan yang mampu membuat setiap orang terpana.

Jalan masuk ke Gunung Kelud

Jalan masuk ke Gunung Kelud

Tebing-tebing di Gunung Kelud

Tebing-tebing di Gunung Kelud

Puncak Gunung Kelud

Berpose lagi di puncak Kelud

Anak Gunung Kelud dari puncak

Anak Gunung Kelud terlihat dari puncak

Waktu itu tak sedikitpun terbayang olehku jika suatu saat gunung dengan keindahan tak terkira ini akan meletus menimbulkan bencana yang membawa kesengsaraan dan kehancuran. Masyarakat yang tinggal di sana musti waspada jika suatu saat ia kembali memuntahkan lahar panas.

Semoga pula proses perbaikan pascaerupsi dapat berjalan dengan baik. Supaya mereka yang tinggal di sekitar Gunung Kelud dapat menjalani kehidupan yang normal seperti sedia kala. Semoga saja. Amin!

About The Author "rotyyu"

Komentar Facebook:

23 thoughts on “Gunung Kelud Dalam Kenangan Sebelum Erupsi 2014

  1. akh baru kemarin saya mengunjungi gunung kelut tapi hanya dari kejauhan di sisi malang. at least. pagi itu saya melihat ketenangan gunung kelut. bahkan burung-burung pun beterbangan di puncak gunung kelut menandakan bahwa gunung kelut sudah berdamai dengan alam

  2. saya juga pernah berkunjung ke gunung kelud pada tahun 2010..sepertinya pemandangannya mirip..
    belum bisa membayangkan bagaimana kondisi gunung kelud saat ini..
    apakah sudah berubah total??

  3. Keindahan pemandangan di puncak Gunung Kelud sebelum erupsi memang sangat mempesona ya mas, sayang sekali kini danau itu tinggal kenangan meskipun panorama di sekitarnya masih tetap indah dan menawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi