Malam Tahun Baru 2014 Di Surabaya

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, malam tahun baru 2014 ini saya rayakan di dalam keramaian lautan manusia di Kota Pahlawan, Surabaya. Sejujurnya saja, saya bukan termasuk orang yang suka merayakan tahun baru dengan pesta atau hura-hura atau keramaian. Pergantian tahun 2012-2013 yang lalu saya kebetulan sedang mendaki Gunung Semeru, selebihnya saya selalu memilih berdiam diri di rumah kontrakan. Sebenarnya tahun ini pun saya berencana mendaki Gunung Penanggungan di malam pergantian tahun namun batal karena cuaca yang kurang mendukung.

Adalah undangan #IndonesiaOnly Photowalk di salah satu grup Facebook komunitas yang berhasil membawa saya keluyuran di Jl. Raya Darmo hingga tahun 2013 berganti ke 2014. Kegiatan ini bermaksud mengenalkan Indonesia ke khalayak ramai di dunia melalui foto-foto keren yang disebarkan di Google+. Nah kebetulan di acara perayaan tahun baru Surabaya akan ada beberapa panggung dengan tema tradisi dan budaya. Jadi tak ada salahnya juga saya ikut mencoba mengabadikan momen di sana kemudian membagikannya ke khalayak ramai.

Perayaan tahun baru di Surabaya sendiri dipusatkan di tiga jalan utama. Di Jl. Raya Darmo diadakan Car Free Night (CFN) dengan tema budaya. Di sini kita bisa menyaksikan pementasan ludruk, wayang kulit, tari modern, flash mob, hingga music patrol. Selain itu akan ada acara bakar jagung sebanyak 2.014 kg. Wow! Lalu di Jl. Panglima Sudirman terdapat CFN dengan tema komunitas. Di sini digelar penampilan beberapa komunitas di Surabaya, lomba cheerleaderΒ pelajar, street fashion carnival, tari tradisional, break dance, street ball, wushu, parkour, dan cosplay. Sedangkan yang terakhir diadakan di Jl. Tunjungan dengan tema Kaum Muda. Di jalan ini digelar acara penampilan grup musik, tari-tarian, barongsai, lomba vokal pelajar, dan paduan suara berbahasa Jawa.

Tim #IndonesiaOnly Photowalk

Tim #IndonesiaOnly Photowalk

Saya harus mengakui kecerdikan Pemkot Surabaya yang membagi perayaan ini menjadi tiga pusat keramaian. Tak terbayang bagaimana ramai dan sumpeknya seandainya seluruh penghuni Surabaya tumpah-ruah jadi satu di lokasi yang sama. Tapi yang namanya ajang keramaian apalagi hanya berlangsung sekali setahun tetap saja dipadati pengunjung. Jalanan sudah penuh sesak dengan pengunjung saat saya tiba di Taman Bungkul yang menjadi pusat keramaian di Jl. Raya Darmo.

Lautan manusia di Taman Bungkul

Lautan manusia di Taman Bungkul

Kegiatan #IndonesiaOnly Photowalk sendiri dimulai pukul 21.00 WIB setelah registrasi ulang dan mendapatkan pengarahan dari panitia. Titik pertama yang saya pilih adalah Pesta Rakyat dengan menu utama jagung bakar. Di lokasi pesta ini terdapat sebuah alat pemanggang super panjang. Pemanggang ini diletakkan membentang di tengah jalan. Warnya perak mengkilap sehingga cukup kontras dengan suasana malam yang remang-remang. Para pengunjung bebas menggunakannya untuk membakar jagung yang disediakan gratis oleh panitia.

Alih-alih mulai mengambil foto, saya malah menghampiri sekelompok pengunjung yang sedang membakar jagung. Saya lalu bertanya di mana gerangan mendapatkan jagung mentah itu. Seorang ibu malah menawarkan jagung yang ia bawa untuk saya bakar. Sedetik kemudian saya sudah larut dalam kesibukan mengipasi arang di atas pemanggangan. Sesekali obrolan terjalin dengan pengunjung lainnya. Kebanyakan mereka datang bersama keluarga terutama anak-anak kecil yang tampaknya sangat ingin merayakan pergantian tahun di tengah keramaian massa.

Bakar jagung di CFN 2014 Surabaya

Pengunjung CFN Surabaya bakar jagung ramai-ramai

Jagung gratis dari panitia ini ternyata memiliki rasa yang manis. Kata salah seorang bapak, itu adalah jagung asli dari tanah Jawa. Si bapak juga sempat berseloroh kalau jagung Medan tak akan semanis itu :D. Saya hanya tergelak mendengar seloroh itu.

Beranjak dari acara bakar jagung barulah kameraku semakin rajin menjepret keramaian. Mencoba mencari momen untuk diabadikan.Di Jl. Raya Darmo terdapat dua panggung utama. Panggung pertama digunakan untuk pementasan seni tradisional Ludruk oleh mahasiwa/i beberapa kampus di Surabaya. Pentas ini sesekali diselingi oleh penampilan band atau tari. Satu panggung lainnya didedikasikan khusus untuk pementasan Wayang Kulit. Uniknya dalang di pementasan wayang ini adalah seorang anggota polisi.

Panggung Ludruk

Panggung Ludruk

Pementasan wayang

Panggung wayang kulit

Para penabuh gamelan

Para penabuh gamelan

Semakin larut pengunjung CFN semakin ramai. Dua sisi Jl. Raya Darmo semakin disesaki oleh pengunjung. Suasana semakin heboh tatkala waktu pergantian tahun semakin dekat. Hitung mundur pun dimulai. Puncaknya kembang api warna-warni menghiasi langit tepat pukul 00.00 WIB. Orang-orang bertepuk tangan. Tak sedikit pula yang mengangkat ponselnya ke udara. Mereka berusaha mengabadikan momen itu menjadi foto atau video.

Keramaian di Jl. Raya Darmo

Keramaian di Jl. Raya Darmo

Selamat tahun baru 2014

Selamat tahun baru 2014

Selamat tahun baru 2014! Semoga makin jaya di tahun yang baru πŸ™‚

About The Author "rotyyu"

Komentar Facebook:

15 thoughts on “Malam Tahun Baru 2014 Di Surabaya

    • MdarulM: Betul sekali dul, itu lah gunanya ada pesta rakyat utk memberi rejeki tambahan bagi rakyat kecil. Yang menikmati juga tetap rakyat kecil πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi