Candi Borobudur Itu Di Magelang Bukan Di Jogja

Candi Borobudur itu salah satu mahakarya nenek moyang bangsa Indonesia yang sudah diakui dunia. Tidak saja banyak dikunjungi wisawatan dari berbagai negara tapi juga pernah didaulat menjadi satu dari tujuh keajaiban di dunia. PBB melalui UNESCO pun sudah memasukkan candi peninggalan Wangsa Syailendra ini ke dalam daftar warisan dunia yang harus dilindungi keberadaannya. Tak sedikit pula selebritis dunia yang sudah berkunjung ke candi yang biasa digunakan untuk perayaan Waisak oleh umat Buddha ini. Sebut saja Maria Sharapova dan Richard Gere sebagai contohnya.

Candi Borobudur

Candi Borobudur

Namun di balik ketenarannya itu, tak banyak yang tahu kalau ternyata Candi Borobudur itu adanya di Magelang bukan di Jogjakarta. Entah sejak kapan Candi Borobudur memang lebih identik dengan Kota Gudeg itu. Bahkan tak sedikit yang bilang belum sah ke Yogyakarta jika belum berkunjung ke Candi Borobudur. Padahal secara administratif Magelang bahkan sudah termasuk daerah Propinsi Jawa Tengah bukan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Jalan masuk Candi Borobudur

Candi Borobudur tampak dari jalan masuk

Baiklah, mari sejenak melupakan kontroversi keberadaan Candi Borobudur itu. Mari kembali ke bahasan kita yang sesungguhnya :). Jadi setelah sekian puluh tahun menghirup udara di negeri bernama Indonesia ini, saya akhirnya dapat kesempatan juga untuk mengunjungi salah satu warisan budaya bangsa yang mendapatkan label “wajib dikunjungi” ini. Saya sungguh malu karena dari sekian puluh tahun hidup sudah hampir tujuh tahun saya habiskan di seputaran Pulau Jawa namun baru sekarang bisa melihat Borobudur secara langsung.

Cerita ini sebenarnya bermula dari ajakan teman-teman Nak-kanak Blogger Madura Plat-M untuk menghadiri acara Blogger Nusantara 2013 di Jogjakarta. Naik kereta api ekonomi Sri Tanjung yang harga tiketnya hanya Rp. 50K perjalanan pun dimulai. Saya dulu sempat berpikiran tiket kereta ekonomi itu di atas Rp. 100K karena kenaikan tiga kali lipat. Ternyata dari cerita yang saya tangkap di kereta, harganya tidak sampai segitu karena pemerintah berbaik hati memberikan subsidi untuk kereta ekonomi.

Di Jogja saya memisahkan diri dari rombongan peserta #BN2013Β karena saya hendak menginap di rumah salah seorang teman yang berdomisili di Jogja. Ini salah satu trik pelancong ekonomis untuk mengirit pengeluaran :).

Stupa di Candi Borobudur

Stupa di Candi Borobudur

Dari Kota Yogyakarta ke Kota Magelang memakan waktu perjalanan 2 hingga 3 jam, naik kendaraan pribadi (mobil atau sepeda motor) kemungkinan akan lebih cepat dan yang pasti akan lebih leluasa melipir ke mana-mana. Saat memasuki area parkir saya sempat kecewa karena tidak melihat candi Buddha terbesar di Indonesia itu. Walaupun terletak di atas bukit, keberadaan pohon-pohon yang cukup rindang membuat pemandangan terhalang. Barulah setelah membayar tiket di loket masuk sebesar Rp. 30K, saya mulai melihat penampakan puncak Candi Borobudur dari jalan masuk.

Relief di Candi Borobudur

Relief di Candi Borobudur

Semakin dekat dengan bangunan yang ditemukan pertama kali oleh Sir Thomas Stamford Raffles ini perasaan kagum di hati semakin memuncak. Rasanya dada ini hendak meletus saja saking kagum dan bangganya melihat bangunan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia semegah Candi Borobudur. Mungkin agak lebay tapi itu yang saya rasakan saat berdiri di hadapan Candi Borobudur.

Para pengunjung tak henti-hentinya berpose dan menjepretkan kameranya, mengabadikan momen keberadaan mereka di Borobudur. Mereka pastinya juga bangga sudah berhasil mengunjungi candi ini. Mungkin juga mereka akan memamerkannya pada kerabat, teman, atau siapa saja melalui berbagai sosial media.

Saya sendiri mencoba mencari angleΒ yang paling pas untuk mengabadikan kemegahan Borobudur. Saya coba mengingat-ingat beberapa foto keren yang sempat saya lihat di Internet. Namun ternyata tak mudah untuk mendapatkan foto Candi Borobudur yang utuh. Apalagi saya tiba di sana hampir tengah hari dengan cuaca yang cukup mendung. Saya akhirnya memutuskan untuk naik saja memulai pendakian ke stupa paling atas di puncak Candi Borobudur.

Saya mencoba cara yang agak berbeda dengan pengunjung lain. Jika kebanyakan pengunjung langsung lurus mengikuti tangga naik hingga ke lantai paling atas, saya justru memutari lantai demi lantai. Saya mencoba mengamati dan menikmati pahatan-pahatan relief di dindingnya. Sesekali saya menjepretkan kamera mengabadikan relief yang menurut mata menarik.

Patung Buddha

Patung Buddha di salah satu sudut Borobudur

Cara yang saya pilih ini ternyata cukup menguras stamina. Apalagi cuaca sedang terik, dijamin keringat akan bercucuran di sekujur tubuh. Saya akhirnya memilih untuk melewatkan beberapa relief, bukan karena tidak kuat tapi saat itu saya juga bersama beberapa orang teman. Saya tidak ingin mereka menjadi korban karena keinginanku semata. Bagi pengunjung yang punya stamina cukup baik, mengelilingi seluruh Candi Borobudur adalah cara terbaik menikmati keindahan pahatan relief di dindingnya. Akan lebih baik lagi kalau ada seorang pemandu yang menemani yang akan memberikan penjelasan tentang makna relief-relief tersebut.

About The Author "rotyyu"

Komentar Facebook:

24 thoughts on “Candi Borobudur Itu Di Magelang Bukan Di Jogja

    • Ahmad Faza: Ada sih di harddisk Mang tapi aku baru nyadar kalau ternyata artikelku itu musti di atas 2MB karena kebanyakan foto, sering jadi warning di Google Analytics.

  1. Haha judulnya ngena bangeeet…emang banyak yang salah kaprah sih. Tapi di Indonesia yang salah paham gitu banyak to ya….Juanda Surabaya? Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar?

    Kan Seharusnya di Sidoarjo dan Maros ye kan…oiya ada satu lagi…

    Terminal Tambak Osowilangon Surabaya…seharusnya itu kan masih masuk Gresik πŸ™‚

  2. siip… foto2nya keren mas.., gak percuma banjir keringat dalam proses pengambilannya… hehe… iya betul, banyak yg salah kaprah mengatakan borobudur ada di Jogja..

    • Mechta: Sepertinya juga bakal sulit untuk membenarkannya, karna situs-situs promo wisata Jogja di Internet aja memasukkan Borobudur sebagai menunya.

  3. yoshh .. borobudur itu magelang bukan jogja ya .. πŸ™‚ malah kebalik orang klaten kalau ditanya dari mana mas ?? jawabnya Jogjay πŸ™‚ hehehe

  4. itu krn org kab magelang sendiri klo lagi di tanya asli mana gitu byk yg ngaku org jogja, setelah di tanya lagi jogjanya mana gitu jawabnya deket borobudur

Leave a Reply to Ahmad Faza Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi