Situs Trowulan, Bukti Kejayaan Kerajaan Majapahit

Orang Indonesia mana yang tak tahu Kerajaan Majapahit? Mungkin setiap orang di negeri ini tahu kalau Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara. Sejarah mencatat bahwa wilayah kekuasaan kerajaan yang berjaya di masa pemerintahan Hayam Wuruk ini membentang dari ujung barat hingga ujung timur kepulauan Nusantara. Bahkan beberapa sumber menyebutkan kalau sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara juga termasuk ke dalam daerah bawahannya. Kerajaan Majapahit juga dikenal lantaran kehebatan Gadjah Mada, sang mahapatih, yang mengucapkan Sumpah Palapa untuk menyatukan Nusantara di bawah panji-panji kekuasaan Majapahit. Boleh dikatakan Majapahit adalah embrio Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun tak banyak orang yang tahu kalau sisa-sisa kejayaan Majapahit masih dapat disaksikan di Situs Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Hingga saat ini setidaknya sudah ditemukan beberapa candi, makam, kolam, dan ribuan benda-benda bernilai sejarah di Situs Trowulan. Lokasi antar bangunan ini tidak terlalu jauh namun tersebar di berbagai sudut. Jika diperhatikan dalam peta penyebarannya maka kita akan segera menyadari kemungkinan Trowulan adalah sebuah kota metropolitan pada masanya. Uniknya bangunan-bangunan candi tersebut diperkirakan tidak hanya berasal dari satu agama saja. Beberapa di antaranya merupakan candi Hindu, sedangkan beberapa lainnya merupakan candi Buddha. Selain itu telah ditemukan juga makam dengan nisan bertulisan Arab yang diperkirakan merupakan makam Islam. Satu bukti bahwa pada masa itu toleransi kehidupan antarumat terpelihara dengan baik.

Candi Tikus

Candi Tikus

Salah satu bangunan peninggalan Majapahit yang sudah ditemukan adalah Candi Tikus. Bangunan ini diperkirakan merupakan pertirtaan, terbukti dengan adanya kolam berbentuk persegi di lokasi. Nama aslinya belum diketahui, pemberian nama Candi Tikus sendiri disebabkan pada saat penggalian ditemukan banyak sarang tikus di tempat di mana candi ini ditemukan.

Kolam di Candi Tikus

Kolam di Candi Tikus

Saat pertama kali melihat bangunan candi ini tampak jelas sekali perbedaan dengan bangunan-bangunan candi Jawa Tengah semisal Borobudur atau Prambanan. Jika kebanyakan candi di Jawa Tengah menggunakan batuan besar semacam andesit maka bangunan di Trowulan kebanyakan sudah menggunakan batu bata merah. Hal ini menurut saya cukup masuk akal karena beberapa daerah di Mojokerto hingga saat ini adalah penghasil batu bata yang terbuat dari tanah liat.

Ukiran Candi Tikus

Pahatan di salah satu sisi Candi Tikus

Tidak jauh dari lokasi Candi Tikus terdapat Candi Bajang Ratu atau dikenal juga sebagai Gapura Bajang Ratu. Bangunan ini diperkirakan berasal dari abad ke-14 dan mempunyai fungsi sebagai pintu masuk ke bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara. Candi ini sudah mengalami beberapa kali pemugaran sehingga di beberapa titik kita dapat melihat adanya penggunaan semen untuk melekatkan batu penyusun bangunan.

Candi/Gapura Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu

Dari lokasi ini perjalanan dapat dilanjutkan ke Museum Majapahit yang menyimpan berbagai benda-benda bernilai sejarah tinggi dari masa Kerajaan Majapahit. Saat berada di antara benda-benda koleksi museum ini, saya tak henti-hentinya berdecak kagum sekaligus bangga sebagai bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, ternyata pada zaman Kerajaan Majapahit sudah dikenal maket sebagai cetak biru pembuatan rumah atau bangunan lainnya. Di salah satu pojok museum saya juga menyaksikan dengan mata kepala sendiri beberapa benda yang diperkirakan merupakan paving block, celengan babi, dan lantai tegel. Suatu bukti kemajuan peradaban di masa itu.

Museum Majapahit

Denah Museum Majapahit

Sayang sekali di museum ini tidak diperbolehkan untuk memotret seperti di kebanyakan museum lainnya. Akhirnya saya hanya bisa menggambar benda-benda peninggalan Majapahit yang mengagumkan itu di dalam kepala saja. Hanya foto denah museum di atas saja yang dapat saya jadikan oleh-oleh untuk para pembaca blog ini.

Tak jauh dari museum terdapat Kolam Segaran. Kolam ini diperkirakan digunakan sebagai semacam bendungan untuk menampung air dan mengendalikan banjir. Selain itu juga menjadi tempat bersantai bagi para raja. Kolam Segaran ini letaknya tepat di tepi jalan. Kini lebih banyak digunakan sebagai tempat memancing dan bersantai oleh penduduk setempat.

Kolam Segaran

Kolam Segaran

Karena terbatasnya waktu, perjalanan wisata mendadak ini harus saya akhiri di Museum Majapahit. Harapan kita semua agar rencana pemerintah untuk mendirikan pabrik baja di lokasi Situs Trowulan tidak dilanjutkan agar kita dan generasi penerus bangsa ini tetap dapat menyaksikan salah satu bukti kebesaran bangsa Indonesia di masa lalu. Semoga saja.

About The Author "rotyyu"

Komentar Facebook:

22 thoughts on “Situs Trowulan, Bukti Kejayaan Kerajaan Majapahit

  1. salam hangat dari blogger jombang

    Sebenarnya masih banyak situs2 yg ada di trowulan misal maha vihara trowulan ( Buddha Tidur ). Oya di trowulan bagian timur kebanyakan candi corak hindu kalau bagian barat itu buddha. Maaf sedikit menambah informasi saja hehehe. http://afrikenz.blogspot.com/2013/02/candi-peninggalan-kerajaan-majapahit.html

    • Hanif Mahaldi: Untuk saat ini disebutnya kolam karena di pinggir-pinggirnya ada tembok seperti halnya di kolam renang tapi ada juga yang menduga itu semacam waduk gitu.

  2. Bukti kejayaan kerjaan majapahit sekarang ini malah banyak yang meragukan ya, malah ada juga yang coba mekonfirmasi ulang tentang siapa gajah mada, jadi pusing saya, hehehe

    • Yos Beda: Mungkin konspirasi, kebesaran bangsa sendiri diragukan. Tapi ada baiknya juga sih apabila diiringi dengan penelitian yg lebih intens dan bermutu, bukan hanya tulisan-tulisan di majalah doang.

Leave a Reply to @iamMariza Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi