Ketinggalan Sunrise Di Gunung Bromo

Bromo sepertinya sudah menjadi salah satu primadona pariwisata di Jawa Timur. Keindahan pemandangan alam di kawasan gunung api yang masih aktif ini memang tak perlu diragukan lagi. Pemandangan matahari terbit (sunrise), Lautan Pasir, Bukit Teletubbies, Pasir Berbisik, hingga pemandangan Kawah Gunung Bromo menjadi menu utama di kawasan wisata ini. Selain itu masih ada upacara Yadnya Kasada yang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jadi tak salah bila Gunung Bromo sangat ramai dikunjungi para pelancong, apalagi saat hari libur atau akhir pekan tiba.

Transportasi Menuju Bromo

Wisatawan dari luar Jawa Timur sepertinya akan lebih praktis kalau memulai perjalanan dari Surabaya atau Malang. Pilihan transportasi yang paling enak tentu saja menyewa mobil di dua kota tersebut. Pilihan ini terutama cocok untuk mereka yang datang beramai-ramai. Selain akan jadi lebih murah, kita juga dapat mengunjungi objek wisata lain dalam perjalanan pulang dari Bromo bila waktu masih memungkinkan.

Apabila datang sendirian atau dalam kelompok kecil dengan gaya backpacker, bus bisa menjadi pilihan alternatif yang lebih ekonomis. Dari Terminal Bungurasih di Surabaya kita dapat menggunakan bus menuju Terminal Banyuangga di Probolinggo. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan menaiki angkutan umum (biasanya minibus Elf) menuju Desa Cemoro Lawang yang merupakan salah satu pintu gerbang ke kawasan Bromo.

Untuk mengelilingi kawasan Bromo yang cukup luas itu, pengunjung juga punya beberapa pilihan. Berjalan kaki mungkin cocok bagi para petualang dengan fisik yang fit. Namun perlu diperhatikan waktu memulai perjalanan dari Cemoro Lawang jika tidak ingin melewatkan sunrise di Penanjakan. Sebaiknya berangkatlah lebih pagi karena medan yang ditempuh cukup jauh dan menanjak. Jangan lupa juga membawa air minum dan perbekalan secukupnya supaya tidak semaput di tengah perjalanan :). Bagi mereka yang tidak mau berlelah-lelah menguras stamina dapat menyewa jeep atau ojek yang banyak tersedia di Cemoro Lawang. Pastikan telah membuat kesepakatan dengan pemilik kendaraan karena biasanya tarif yang ditawarkan hanya untuk rute Cemoro Lawang – Penanjakan – Kawah Bromo – Cemoro Lawang saja, terutama untuk kendaraan jeep.

Bromo dari Cemoro Lawang

Bromo dari Cemoro Lawang

Mengintip Bromo dari Cemoro Lawang

Mengintip Gunung Bromo

Bukit Penanjakan

Pemandangan sunrise Gunung Bromo yang terkenal indah itu paling cocok disaksikan dari Bukit Penanjakan ini. Biasanya kala pagi menjelang, tempat ini sudah dipenuhi para pengunjung yang menantikan sang mentari muncul di ufuk timur. Sayangnya saya yang waktu itu memutuskan untuk berjalan kaki dari Cemoro Lawang ke Penanjakan harus rela ketinggalan sunrise. Rupa-rupanya saya dan teman-teman salah menghitung waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertinggi Penanjakan. Keadaan semakin parah karena sebagian anggota tim yang membawa air dan perbekalan tersesat hingga ke Kawah Bromo, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke Cemoro Lawang.

Perjalanan kami awali sekitar pukul 03.00 WIB dini hari dari Cemoro Lawang, melewati lautan pasir menuju jalur beraspal ke Penanjakan. Udara yang sangat dingin ditambah medan yang berliku dan menanjak memaksa kami untuk berkali-kali rehat di perjalanan. Akhirnya kami tiba di puncak sekitar pukul 06.00 WIB, itu artinya butuh waktu sekitar 3 jam berjalan kaki dari Cemoro Lawang ke Bukit Penanjakan. Waktu tempuh ini mungkin dipangkas seandainya dari awal kami tahu ada jalan pintas melalui daerah perladangan warga di sekitar Bromo. Rute ini akhirnya kami gunakan untuk turun ke Lautan Pasir menuju Kawah Bromo.

Perjalanan menuju Penanjakan

Perjalanan menuju Penanjakan

Tampak Semeru di kejauhan

Tampak Semeru di kejauhan

Bromo dari Penanjakan

Bromo dari Penanjakan

Gunung Batok

Gunung Batok dalam frame

Pemandangan di sisi lain Penanjakan

Pemandangan di sisi lain Penanjakan

Pohon-pohon di Penanjakan

Ranting-ranting pohon menghiasi Bromo

Bromo dari jalur turun

Bromo terlihat dari jalur turun

Kawah Gunung Bromo

Perjalanan turun dari Bukit Penanjakan menuju Kawah Bromo tak kalah menantangnya. Jika sebelumnya selalu mengikuti jalan beraspal, kali ini kami mengambil jalur alternatif melewati jalan setapak. Di beberapa titik kami sempat bertemu dengan beberapa petani yang sudah mulai beraktivitas di ladangnya masing-masing. Perjalanan melalui rute ini jauh lebih singkat, namun juga lebih berbahaya. Di salah satu titik, kemiringan jalan yang harus dilalui bahkan hampir mencapai 90°.

Saya juga sempat bertemu dengan seorang ibu yang meminta dirinya dipotret. Yang membuat terkejut, ibu tersebut malah meminta bayaran setelah saya selesai melakukan permintaannya. Walaupun uang yang diminta tidak seberapa, saya tetap merasa agak kecewa. Saya benar-benar tidak menyangka kalau beliau akan meminta uang. Padahal jika bukan atas keinginannya, saya tidak punya niat untuk memotret saat itu.

Sesampainya di Lautan Pasir, hal pertama yang kami lakukan adalah membasahi tenggorokan dengan segelas teh manis hangat ditemani beberapa potong pisang goreng. Rasanya sungguh sangat nikmat mendapatkan pengganjal perut di pagi hari yang cerah. Teh yang disajikan juga membuat saya berdecak kagum. Rasa dan aromanya begitu menarik, saya sampai meminta tambahan satu gelas lagi. Saat saya utarakan kekaguman pada kenikmatan teh itu, si ibu penjualnya malah berbaik hati memberikan oleh-oleh tiga kantong, gratis!

Pendakian ke Kawah Bromo ternyata masih cukup jauh dan melelahkan. Apalagi matahari yang semakin tinggi menambah suasana menjadi semakin panas. Menaiki ratusan anak tangga menjadi tantangan terakhir sebelum mata dapat memandang ke Kawah Bromo yang masih rajin mengeluarkan gas beracun.

Anak tangga ke Kawah Bromo

Anak tangga ke Kawah Bromo

Kawah Bromo

Kawah Bromo

 

About The Author "rotyyu"

Komentar Facebook:

13 thoughts on “Ketinggalan Sunrise Di Gunung Bromo

  1. Mau tanya, kalo dari cemoro lawang ke kawah bromo apakah jauh? Bila ingin melihat sunrise di kawah bromo terlebih dahulu lalu setelah itu kepananjakan apakah memungkinkan?

    • Maya: Jauh banget, kalau jalan kaki mungkin butuh waktu 3-4 jam, lebih baik nyewa jeep atau naik ojek saja. Kalau ke Kawah Bromo dulu terus ke Penanjakan sepertinya sudah lewat sunrise-nya.

  2. mau nanya gan, anda tahu rute jalan kaki dari cemoro lawang dari siapa? mohon infonya yang detail gan :)makasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi