3 Tradisi Paskah Unik Di Indonesia

Paskah adalah hari raya keagamaan paling agung bagi umat Kristen, dirayakan untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus pada hari ke-3 setelah Ia disalibkan. Paskah merupakan salah satu hari raya agama Kristen yang tanggalnya berubah-ubah. Biasanya hari raya yang identik dengan Telur Paskah dan Kelinci Paskah ini dirayakan di antara bulan Maret dan April. Di Indonesia terdapat beberapa perayaan Paskah yang cukup unik. Berikut adalah tiga di antaranya.

Semana Santa

Tradisi ini merupakan perayaan Pakah yang datang dari Larantuka, Flores Timur. Semana Santa atau Pekan Suci dirayakan selama empat hari berturut-turut. Ritual dimulai pada hari Kamis Putih dan akan berakhir pada hari Minggu Paskah. Prosesi puncak jatuh pada hari Jumat Agung atau Sesta Vera.

Dalam tradisi ini, jemaat akan melakukan ritual Tikam Turo pada sore hari Kamis Putih guna mempersiapkan jalur yang akan ditempuh sepanjang 7 km. Para jemaat akan memasang lilin di sepanjang jalan tersebut. Selain itu, patung Perawan Maria atau yang oleh penduduk setempat disebut Tuan Ma akan dimandikan dan dikenakan pakaian berkabung berwarna hitam, ungu, atau mantel beludru biru.

Pada hari Jumat Agung prosesi diisi dengan pengusungan tubuh Yesus Kristus. Sabtu Suci dan Minggu Paskah akan dilaksanakan pada hari berikutnya.

Kure

Kure merupakan tradisi Paskah yang dilaksanakan oleh masyarakat Kote, Kecamatan Noemuti, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Kata Kure berasal dari bahasa Latin yang artinya berdoa sambil mengunjungi keluarga-keluarga yang menerima agama Katolik.

Tradisi ini diawali dengan membersihkan patung-patung Yesus dan Maria yang dibawa oleh Portugis. Anggota suku kemudian menyerahkan persembahan yang ditujukan kepada Tuhan berupa uang, buah-buahan, sayuran, sirih, dan pinang. Nantinya persembahan ini akan dibagikan kepada peziarah, kelompok doa, dan pengunjung yang menghadiri prosesi.

Memento Mori

Di Kalimantan Tengah, umat Kristen merayakan Paskah dengan mengunjungi makam keluarga. Mereka akan menyalakan lilin dan menaburkan bunga di atas makam. Tradisi ini dilakukan pada malam Paskah (Sabtu Suci). Para peziarah ini akan berkumpul di makam hingga subuh di Minggu Paskah. Acara kemudian dilanjutkan dengan kebaktian di tenda-tenda yang disediakan gereja di dekat makam.

Memento Mori sendiri sebenarnya memiliki arti “Ingatlah akan kematian”. Kalimat tersebut sekaligus menjadi makna filosofis tradisi perayaan Paskah ini.

Sumber: 1) indonesia.travel, kompas.comt1r4.wordpress.com

About The Author "rotyyu"

Komentar Facebook:

4 thoughts on “3 Tradisi Paskah Unik Di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi