Lezatnya Sate Kelinci dan Sate Landak di Kaki Lawu

Menikmati lezatnya Sate Kelinci dan Sate Landak setelah tiga hari melakukan pendakian di Gunung Lawu tidak saja menjadi wisata kuliner yang lezat tapi juga akan mengembalikan stamina yang terkuras medan yang ekstrim. Makan memang merupakan salah satu kegiatan yang menjadi prioritas utama di akhir pendakian. Kebetulan sekali di kaki Gunung Lawu tepatnya di pintu masuk Cemoro Kandang terdapat banyak rumah makan yang menyediakan menu Sate Kelinci dan Sate Landak.

Sate Landak

Sate Landak

Sate Landak

Banyak yang bilang makanan yang satu ini termasuk kuliner ekstrim. Mungkin karena Landak memang jarang dikonsumsi masyarakat kebanyakan. Bisa jadi karena Landak termasuk hewan yang langka dan unik. Di salah satu warung di Cemoro Kandang yang sempat saya singgahi, Sate Landak ditawarkan dengan harga Rp 15K per porsi. Setiap porsinya kita akan mendapatkan 10 tusuk sate dengan bumbu kacang-kecap dan lalapan. Konon daging Landak memiliki khasiat dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma dan meningkatkan stamina.

Untuk urusan rasa, saya tidak menemukan sesuatu yang istimewa. Saya memang tidak terlalu ahli dalam urusan kuliner. Apalagi dalam keadaan lemah, letih, dan lesu sehabis pendakian Gunung Lawu ada hal yang lebih penting dari pada urusan rasa, KENYANG :). Namun begitu, saya sangat merekomendasikan untuk mencoba kuliner ekstrim ini jika kebetulan sedang berada di Gunung Lawu.

Sate Kelinci

Sate Kelinci

Sate Kelinci

Eits tenang dulu! Jangan mengira saya memesan dan menghabiskan seporsi Sate Kelinci dan Sate Landak. Ceritanya kami (sayan dan tiga teman tim pendakian) hanya memesan seporsi Sate Landak dan seporsi Sate Kelinci. Itulah salah satu cara untuk menikmati dua kuliner lezat ini dan tetap menghemat pengeluaran selama pendakian :D. Kembali ke Sate Kelinci, per porsinya berisi 10 tusuk dan dihargai Rp 12K. Harganya sedikit lebih murah dibandingkan Sate Landak. Dugaan saya karena Kelinci lebih mudah dibudidayakan sehingga stok dagingnya juga melimpah.

Sate Kelinci konon dapat juga menyembuhkan berbagai macam penyakit sama halnya seperti Sate Landak. Daging kelinci yang berserat juga konon baik untuk penderita kolesterol tinggi. Tentu saja itu hanya berlaku jika dikonsumsi secara teratur. Sayangnya olahan daging kelinci masih cukup sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Popularitasnya kalah jauh dibandingkan daging ayam atau daging bebek.

Oh ya, harga nasi per porsi di warung yang saya singgahi (sayang sekali tidak mencatat namanya) hanya Rp 1K per porsi. Jadi kalau sedang kelaparan, silakan memesan nasi sebanyak-banyaknya sampai merasa kenyang atau kekenyangan :D.

About The Author "rotyyu"

Komentar Facebook:

5 thoughts on “Lezatnya Sate Kelinci dan Sate Landak di Kaki Lawu

  1. heiii… jangan lupa ya ikut lomba blog ‘Jelajah Kuliner Unik Nusantara dan raih kesempatan wisata kuliner di 5 kota Indonesia. Lombanya tinggal 3 hari lho! Ayo ikutan! Info selengkapnya –> http://bit.ly/jelajahkuliner 😀

  2. Dengan adanya penjual sate Kelinci di Cemoro Sewu gunung Lawu memang membuat suasana pendakian menjadi sangat istimewa.
    Pengalaman saya pendakian gunung Lawu dimana pulangnya on 19 May 2014 ketika kita sudah sangat laper banget bias mampir dan menikmati sate Kelinci di Cemoro Sewu memang sangat mengesankan dalam pendakian kita, disamping olah raga kita bias merasakan enjoy banget dengan adanya kondisi seperti itu.

    Wassalam,

    ONY TJAHJONO
    Doha, State of Qatar

  3. Ceritera tentang pendakian gunung adalah sesuatu yang sangat mengasyikkan terutama yang punya hobby seperti saya sehingga tidak heran banyak gunung yang telah didaki.
    Cuma memang ada yang berkesan seperti waktu pendakian ke gunung Lawu, sehingga ketika kita melakukan pendakian ke gunung Rinjani bulan October 2014 waktu ini dimana lagi musim kemarau panjang dan kesulitan air, dan tiba di puncaknya pada 11 October 2014 kemarin dan mengalami problem logistic ketika pulangnya .
    Maka yang kita bayangkan ketika kesulitan logistic adalah pendakian ke gunung Lawu dimana ketika kita sangat lapar bias makan di waroeng mbok Yem ( Hargo Dumilah ) dan juga ketika mau pulangpun masih bias mampir di sate Kelinci yang terdapat di Cemoro Sewu.
    Sehingga semua peserta termasuk keluarga kita semuanya bias happy.

    Wassalam,
    ONY TJAHJONO
    Doha, state of Qatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi