Archive for February, 2013


4 Tempat Yang Ingin Saya Kunjungi di 2013

Dari dulu saya sudah menyenangi kegiatan yang bernama traveling atau backpacking atau jalan-jalan atau wisata. Hanya saja sekarang saya ingin naik kelas. Dulu paling hebat saya jalan-jalan di sekitar Jawa Timur, propinsi di mana saya berdomisili kini. Dulu jalan-jalannya juga hanya sambilan menjalankan program kerja UKM di kampus. Sekarang saya ingin menjelajah Indonesia lebih jauh lagi. Saya ingin mengenal Indonesia lebih dekat lagi. Saya ingin keluar dan menikmati alam Nusantara. Saya ingin tahu lebih banyak tentang kebudayaan suku-suku bangsa di Nusantara. Saya ingin meningkatkan rasa cinta pada negeri ini.


7 Gunung Tertinggi di Indonesia

Percaya atau tidak, kita hidup di atas lingkaran cincin api yang membentang dari barat hingga timur negeri ini. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak sekali gunung berapi yang masih aktif. Negeri ini rawan mengalami bencana letusan gunung dan gempa bumi karena letak geografisnya yang berada di jalur pegunungan aktif. Kadang saya berpikir, ini adalah anugerah sekaligus kutukan untuk negeri kita. Keberadaan gunung berapi tersebut dapat sewaktu-waktu menimbulkan bencana. Letusan yang disertai lahar dan semburan debu panas bisa menewaskan apa saja yang diterjangnya. Namun semburan abu vulkanik juga menjadikan negeri ini subur luar biasa.


Menanti Matahari Terbenam di Pantai Losari

Matahari terbenam atau sunset merupakan salah satu keindahan fenomena alam yang sangat saya kagumi. Saya selalu takjub bagaimana alam memberikan pertunjukan warna yang sangat magis di ufuk barat tatkala Sang Mentari turun ke peraduannya. Kombinasi warna-warni merah, kuning keemasan, dan jingga menghiasi langit menyajikan tontonan yang memanjakan mata. Bagi saya pribadi, sunset adalah momen yang sangat menenangkan. Ada suatu kedamaian tersendiri saat menyaksikannya. Dan pantai merupakan salah satu tempat yang paling pas untuk menanti matahari terbenam.


Mengenang Perjuangan Merebut Irian Barat di Monumen Mandala

Perjuangan selalu membutuhkan pengorbanan, begitulah adanya. Itu lah yang membuat cerita perjuangan layak dikenang. Layak diteruskan ke generasi berikutnya. Layak untuk mendapatkan sebuah monumen atau prasasti untuk mengingatkan generasi penerus akan besarnya pengorbanan dalan perjuangan. Bangsa Indonesia dalam perjalanan merebut kemerdekaan dilakukan dengan perjuangan yang mengorbankan banyak jiwa dan raga. Salah satu yang akan selalu dikenang adalah perang di Laut Arafuru dalam upaya mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi. Monumen Mandala akan selalu mengingatkan kita pada perjuangan tersebut.


Wisata Sejarah ke Benteng Somba Opu di Makassar

Awalnya saya berpikir bahwa Benteng Somba Opu itu akan tampak gagah seperti Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam) yang sudah saya kunjungi sebelumnya. Ternyata saya salah besar. Saya tidak menemukan bangunan dengan tembok super tebal di benteng ini. Saya juga tidak melihat bangunan dengan bentuk menyerupai benteng kebanyakan. Benteng Somba Opu itu juga ternyata sangat luas, jauh melebihi luas Fort Rotterdam. Mungkin karena faktor luas itu lah mengapa saya tidak melihat bangunan seperti benteng pada umumnya.


Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar

Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan salah satu masjid paling megah di Kota Makassar. Masjid ini didirikan pada tahun 1994 atas prakarsa Jenderal M. Jusuf. Ide pendiriannya sendiri sebenarnya sudah terlontar sejak tahun 1989 ketika Jenderal M. Jusuf menjadi pimpinan perjalanan haji. Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Masjid ini diresmikan penggunaannya pada tahun 1996. Bangunan masjid dikonstruksi menjadi tiga lantai yang dibagi-bagi menjadi ruangan-ruangan untuk kesekretariatan, aula, perpustakaan, pendidikan, koperasi, dan kantor MUI Sulawesi Selatan.


Senja di Masjid Cheng Ho Pandaan, Pasuruan

Sejauh yang saya tahu hingga saat ini, ada tiga Masjid Cheng Ho di Indonesia. Satu masjid di Palembang dan dua lainnya ada di Jawa Timur. Ketiga masjid ini mempunyai arsitektur yang unik dan berbeda dengan kebanyakan masjid di Indonesia. Mungkin karena masjid-masjid tersebut memang didirikan untuk mengenang dan menghormati Laksamana Cheng Ho, arsitekturnya pun mengadopsi gaya bangunan-bangunan klenteng khas ethnis Tionghoa. Warna dan ornamen yang melekat pada masjid-masjid ini pun sangat identik dengan etnis Tionghoa. Dua diantaranya, Masjid Cheng Ho Palembang dan Surabaya, didirikan PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). Sedangkan Masjid Cheng Ho Pandaan dibangun atas inisiatif Pemkab Pasuruan.


5 Wisata Kuliner Khas Kota Makassar

Backpacking ke suatu kota tanpa mencicipi berbagai makanan khas kota tersebut ibarat sayur tanpa garam, hambar. Apalagi Indonesia mempunyai kekayaan wisata kuliner yang begitu beragam. Dari Sabang hingga Merauke kita dapat menemukan berbagai makanan khas di setiap daerah. Kali ini saya akan mencoba mengeksplorasi kekayaan wisata kuliner di Kota Daeng, Makassar. Kota terbesar di Indonesia bagian timur ini memang terkenal dengan cita rasa wisata kulinernya. Berikut ini adalah 5 wisata kuliner khas Kota Makassar.


Lezatnya Sate Kelinci dan Sate Landak di Kaki Lawu

Menikmati lezatnya Sate Kelinci dan Sate Landak setelah tiga hari melakukan pendakian di Gunung Lawu tidak saja menjadi wisata kuliner yang lezat tapi juga akan mengembalikan stamina yang terkuras medan yang ekstrim. Makan memang merupakan salah satu kegiatan yang menjadi prioritas utama di akhir pendakian. Kebetulan sekali di kaki Gunung Lawu tepatnya di pintu masuk Cemoro Kandang terdapat banyak rumah makan yang menyediakan menu Sate Kelinci dan Sate Landak.


Mendaki Gunung Lawu Yang Penuh Aroma Mistis

Mistis, satu kata yang paling sering dikaitkan dengan Gunung Lawu. Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah ini konon memang merupakan pusat kegiatan spritual di Pulau Jawa. Boleh percaya, boleh tidak. Untuk sedikit pembuktian coba saja melakukan pencarian dengan kata kunci Gunung Lawu di Google. Saya sendiri menemukan banyak cerita mistis yang dialami para pendaki ketika melakukan ekspedisi di gunung ini. Namun bukan pendaki gunung namanya kalau menghindari pendakian gunung hanya gara-gara mitos seputar mistis.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi