Menikmati Suasana Pasar Terapung di Banjarmasin

Backpacking ke Banjarmasin rasanya tidak akan lengkap tanpa merasakan suasana pasar yang unik di pasar terapung. Kondisi geografis Banjarmasin yang dialiri oleh banyak sungai sepertinya telah membuat masyarakatnya beradaptasi dengan kehidupan sungai. Sungai menjadi urat nadi kehidupan. Rumah-rumah dibangun menghadap sungai, bukan membelakangi seperti di daerah lain. Sungai juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi utama. Selain menjadi moda transportasi, sungai juga dimanfaatkan sebagai pasar di kota ini. Ada dua pasar terapung yang paling terkenal di Kota Seribu Sungai, Pasar Terapung Kuin dan Pasar Terapung Lok Baintan.

Pasar Terapung Kuin

Sesuai dengan namanya, pasar ini terletak di muara Sungai Kuin yang merupakan salah satu anak Sungai Barito. Pasar Terapung Kuin dimulai setelah shalat subuh hingga sekitar pukul tujuh pagi. Oleh karenanya jika ingin berkunjung ke pasar ini, kita harus berangkat subuh-subuh sekali dari Banjarmasin. Pengunjung dapat menyewa perahu bermotor yang disebut klotok dengan harga berkisar Rp 200.000 hingga Rp 300.000, pintar-pintarlah melakukan penawaran untuk mendapatkan harga yang sesuai.

Sungai Barito

Para pedagang di Pasar Terapung Kuin

Saat perahu klotok yang kita tumpangi tiba di muara Sungai Kuin, kita akan segera menyaksikan Sungai Barito yang begitu besar. Awalnya saya bahkan sempat mengira kalau perahu klotok yang saya tumpangi tiba di laut. Sungai Barito ini sangat sibuk sekali, banyak perahu besar dan kecil melintas di atasnya. Beberapa di antaranya merupakan kapal tongkang pengangkut batu bara. Jika datang cukup pagi dan cuaca cukup cerah, kita juga dapat menikmati pemandangan matahari terbit di Sungai Barito. Pemandangan yang sangat indah sekali di antara perahu-perahu pedagang dan rumah-rumah penduduk di bantaran sungai.

Sunrise di Sungai Barito

Sunrise di Sungai Barito

Uniknya di pasar-pasar terapung yang ada di Banjarmasin transaksi perdagangan kadang masih dilakukan dengan sistem barter. Umumnya petani dari pedalaman akan mengganti hasil panen mereka dengan kebutuhan dapur seperti minyak goreng, garam, dll dengan para pedagang yang datang dari kota. Sayangnya Pasar Terapung Kuin kian hari semakin sepi karena budaya sungai yang semakin terdesak pembangunan yang lebih berorientasi darat. Banyak orang menyarankan agar tidak mengunjungi pasar ini, alasannya kita tidak akan menemukan lagi eksotisme pasar terapung di sini. Namun saya menyarankan untuk tetap mengunjungi Pasar Terapung Kuin. Mengapa? Selain masih dapat menyaksikan sisa-sisa kejayaan pasar terapung yang unik, kita juga dapat merasakan sensasi berperahu di atas Sungai Barito dan mengunjungi beberapa objek wisata lain seperti Pulang Kembang dan Masjid Sultan Siriansyah.

Suasana Pasar Terapung Kuin

Suasana Pasar Terapung Kuin

Pengunjung juga dapat mencoba sensasi wisata kuliner Soto Banjar di atas goyangan Sungai Barito di pasar ini. Kita bisa menikmatinya di atas perahu sambil menyaksikan pemandangan pasar di atas sungai berhiaskan matahari terbit di ufuk timur. Sungguh suasana yang tidak akan terlupakan.

Pedagang Soto Pasar Terapung Kuin

Pedagang Soto Banjar di Pasar Terapung Kuin

Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar terapung lainnya yang tak kalah tenar adalah Pasar Terapung Lok Baintan. Pasar ini berlangsung setiap hari di atas Sungai Martapura tepatnya di Desa Sungai Pinang (Lok Baintan). Tidak berbeda dengan Pasar Terapung Kuin, pasar ini juga dimulai sekitar pukul lima hingga sekitar tiga atau empat jam ke depannya. Kita dapat mencapai pasar ini dengan dua alternatif transportasi, jalur sungai dengan menyewa perahu klotok atau jalur darat dengan ojek atau angkutan umum atau menyewa mobil. Saya tetap menyarankan jalur sungai karena sensasinya luar biasa.

Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar ini jauh lebih ramai dibandingkan Pasar Terapung Kuin, kita masih akan menyaksikan konvoi jukung para pegadang dan pembeli memenuhi pinggiran Sungai Martapura. Bagi para penggemar fotografi, tempat ini merupakan spot yang tidak akan pernah bosannya untuk diabadikan dengan kamera. Kita juga akan menyaksikan banyak sekali transaksi di pasar ini. Para petani dari anak Sungai Martapura seperti Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, dll memenuhi pasar dengan barang-barang berupa hasil pertanian yang akan ditukarkan dengan barang-barang kebutuhan pokok yang dibawa para pedagang dari kota Banjarmasin.

Para pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan

Para pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar akan berakhir sekitar jam delapan hingga jam sembilan. Di saat-saat itu kita juga masih bisa menyaksikan eksotisme pemandangan para pedagang yang pulang beriringan dengan ditarik perahu klotok. Sunguh sangat indah sekali.

Para pedagang bergegas pulang

Para pedagang bergegas pulang

About The Author "rotyyu"

Komentar Facebook:

6 thoughts on “Menikmati Suasana Pasar Terapung di Banjarmasin

  1. hemmm…
    calon detik travel nih
    ulasanya udah panjang kali lebar 😀
    alahkah baiknya jika rata kanan dan rata kiri di perbaiki jadi enak bacanya (rapi dan seger :D)

  2. ngeliat potingan jalan-jalan terus, jiwa backpackeran ini jadi makin gede… mungkin belum sekarang, tapi ntar pasti backpackeran juga ane bang. 🙂

Leave a Reply to lauren Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi