Posts Tagged with ‘Wisata Religi’


Asta Tinggi: Kompleks Pemakaman Raja-raja Sumenep

Sebenarnya pagi itu saya sudah harus kembali ke Bangkalan. Namun karena tak mau rugi, saya ngotot minta diantarkan ke Asta Tinggi sebelum ke terminal bis. Untungnya Mas Dedy tak keberatan menemani saya dan rombongan ke makam para raja Sumenep itu. Setelah memastikan tak ada barang-barang yang tertinggal, mobil yang saya tumpangi segera melaju ke sebuah perbukitan di utara Kota Sumenep. Pagi itu suasana masih belum terlalu ramai. Udara juga masih terasa sejuk. Tanah masih sedikit basah akibat guyuran hujan semalam.


Candi-candi Berserakan di Jalur Jolotundo G. Penanggungan

Pendakian itu tak melulu soal menggapai puncak. Pendakian itu tak melulu masalah ketinggian. Pendakian itu seringnya adalah soal mencari makna. Bahkan kadang-kadang pendakian bisa berubah menjadi ekspedisi arkeologi bersejarah. Hal seperti itulah yang akan terjadi tatkala kita mendaki Gunung Penanggungan. Di masa lalu gunung yang lebih dikenal dengan nama Pawitra ini ternyata merupakan pusat kegiatan keagamaan. Bukti-buktinya dapat dilihat hingga saat ini. Puluhan candi, pertirtaan, dan makam tersebar di tubuh gunung yang konon sering dikunjungi Hayam Wuruk ini.


3 Tradisi Paskah Unik Di Indonesia

Paskah adalah hari raya keagamaan paling agung bagi umat Kristen, dirayakan untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus pada hari ke-3 setelah Ia disalibkan. Paskah merupakan salah satu hari raya agama Kristen yang tanggalnya berubah-ubah. Biasanya hari raya yang identik dengan Telur Paskah dan Kelinci Paskah ini dirayakan di antara bulan Maret dan April. Di Indonesia terdapat beberapa perayaan Paskah yang cukup unik. Berikut adalah tiga di antaranya.


Pawai Ogoh-ogoh Di Tugu Pahlawan, Surabaya

Setelah sehari sebelumnya menyaksikan Upacara Melasti di Pura Agung Jagat Karana, Senin (11/03/2013) yang lalu saya kembali menyempatkan diri untuk melihat pawai Ogoh-ogoh di Tugu Pahlawan, Surabaya. Jika di Bali Ogoh-ogoh diarak sore hari menjelang malam, maka di Surabaya sedikit agak berbeda. Pawai Ogoh-ogoh di Kota Pahlawan dilakukan di siang hari. Pasalnya rombongan harus kembali ke pura asalnya masing-masing pada sore harinya. Itu sebabnya juga tidak ada pembakaran Ogoh-ogoh karena acara itu akan dilangsungkan di daerah asalnya.


Senja di Masjid Cheng Ho Pandaan, Pasuruan

Sejauh yang saya tahu hingga saat ini, ada tiga Masjid Cheng Ho di Indonesia. Satu masjid di Palembang dan dua lainnya ada di Jawa Timur. Ketiga masjid ini mempunyai arsitektur yang unik dan berbeda dengan kebanyakan masjid di Indonesia. Mungkin karena masjid-masjid tersebut memang didirikan untuk mengenang dan menghormati Laksamana Cheng Ho, arsitekturnya pun mengadopsi gaya bangunan-bangunan klenteng khas ethnis Tionghoa. Warna dan ornamen yang melekat pada masjid-masjid ini pun sangat identik dengan etnis Tionghoa. Dua diantaranya, Masjid Cheng Ho Palembang dan Surabaya, didirikan PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). Sedangkan Masjid Cheng Ho Pandaan dibangun atas inisiatif Pemkab Pasuruan.


Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Tertua di Kalimantan Selatan

Masjid Sultan Suriansyah bisa menjadi nilai tambah tersendiri ketika mengunjungi Pasar Terapung Kuin di Sungai Barito. Masjid yang terletak di tepian Sungai Kuin ini memang searah dengan Pasar Terapung Kuin jika kita berangkat dari Kota Banjarmasin. Jadi tidak akan rugi kalau sekali mendayung tiga pulau terlampaui kan? Masjid ini menurut catatan sejarah dibangun di era Kerajaan Banjar di masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-1550). Beliau adalah Raja Banjar pertama yang menganut agama Islam. Diperkirakan usia masjid ini sudah mencapai angka 450 tahun dan termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi