Posts Tagged with ‘Traveling’


Asta Tinggi: Kompleks Pemakaman Raja-raja Sumenep

Sebenarnya pagi itu saya sudah harus kembali ke Bangkalan. Namun karena tak mau rugi, saya ngotot minta diantarkan ke Asta Tinggi sebelum ke terminal bis. Untungnya Mas Dedy tak keberatan menemani saya dan rombongan ke makam para raja Sumenep itu. Setelah memastikan tak ada barang-barang yang tertinggal, mobil yang saya tumpangi segera melaju ke sebuah perbukitan di utara Kota Sumenep. Pagi itu suasana masih belum terlalu ramai. Udara juga masih terasa sejuk. Tanah masih sedikit basah akibat guyuran hujan semalam.


Tak Ada Keraton Yogyakarta, Pinggirannya Pun Jadi

“Keratonnya sudah tutup dek!” seru salah satu tukang becak yang sore itu mangkal di depan pintu masuk Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. “Kalau mau, ayo saya antarkan keliling tempat-tempat yang ada di seputaran keraton,” lanjut bapak itu. Tempat-tempat yang dia maksud adalah Museum Kereta Yogyakarta, Alun-alun Kidul, Taman Sari, dan beberapa tempat yang ada di sekitar keraton yang masih memungkinkan untuk dikunjungi meskipun keraton sudah tutup. Namun saya tak menghiraukan tawaran si bapak. Sudah menjadi rahasia umum, tukang becak di sini ujung-ujungnya akan membawa pengunjung ke toko oleh-oleh yang kemungkinan besar sudah bekerja sama dengannya. Lagi pula saya selalu menikmati berkeliling dengan jalan kaki.


Bukti Keistimewaan Yogyakarta di Museum Benteng Vredeburg

Saya harus berjalan kaki dari Pasar Beringharjo lantaran parkir di dekat Benteng Vredeburg pagi itu sudah cukup penuh. Jaraknya memang tak terlalu jauh, apalagi hari itu saya tak sendirian. Saya bersama lima orang teman berniat mengelilingi Kota Yogyakarta seharian penuh sebelum kembali ke Surabaya. Tujuan pertama kami pagi itu adalah Museum Benteng Vredeburg. Menurut salah seorang teman yang sudah tinggal cukup lama di Jogja, saya harus mengunjungi benteng ini kalau mau tahu lebih banyak tentang keistmewaan Yogyakarta dalam sejarah perjuangan Indonesia.


Berwisata Ke Mercusuar Peninggalan Belanda Di Bangkalan

Indonesia itu sesungguhnya kaya akan peninggalan bangunan bersejarah. Salah satunya adalah sebuah mercusuar peninggalan Belanda di Bangkalan, Pulau Madura. Mercusuar ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Z.M. Willem III. Menurut plat yang masih tertempel di menara suar ini, pembangunan selesai dilakukan pada tahun 1879. Artinya bangunan ini sudah berdiri selama 134 tahun. Hebatnya mercusuar ini masih berfungsi dengan baik hingga kini. Ketika malam tiba, lampu-lampu di puncak menaranya dengan setia menerangi puluhan hingga ratusan kapal yang mengarungi Selat Madura.


Cerita Tiket Promo Merpati Yang Dibatalkan Itu

Akhir tahun kemarin saya senang sekali ketika mendapat informasi ada promo Bang Jan (Terbang Januari) dari maskapai penerbangan Merpati. Apalagi Pulau Lombok yang menjadi salah satu tempat yang ingin saya kunjungi di tahun 2013 termasuk dalam rute yang mendapatkan tarif promo. Harga tiket promo Merpati tersebut juga sungguh menggoda, sangat murah dan ramah sekali untuk backpacker berdompet tipis seperti saya :D. Seketika saya langsung menghubungi beberapa orang teman yang juga berminat backpacking ke Lombok. Singkat cerita akhirnya saya memesan dua tiket promo Surabaya-Lombok PP.


Ngegembel di Gunung Lawu

Ngegembel di Gunung Lawu adalah pengalaman yang cukup menarik ketika saya dan teman-teman tim pendakian gunung penuh misteri dan mistis itu telah turun dan hendak melanjutkan perjalanan pulang ke Madiun sebagai tempat transit ke Surabaya (sebagian ke Bojonegoro). Awal cerita sebenarnya sudah diplot pada saat kedatangan kami di Cemoro Sewu sebagai pintu masuk ke Lawu. Ongkos angkot dari Terminal Plaosan di Magetan menuju Cemoro Sewu yang di luar dugaan itu lah yang menjadi sebab musababnya. Saat akan membayar ongkos, salah seorang teman saya bertanya ke supir angkotnya “Berapa Mas?”, “Seratus ribu Mas..” balas si supir tanpa rasa bersalah. Seperti disambar geledek di siang bolong, jawaban itu sontak membuat kami berempat terkejut dan saling bepandangan. Kami tak percaya akan semahal itu.


Samudera Di Atas Awan, Gunung Lawu

Samudera di atas awan adalah salah satu fenomena yang membuat setiap pendaki gunung terkagum-kagum ketika mencapai puncak. Hampir setiap gunung menyajikan pemandangan seperti ini ketika cuaca cukup cerah. Setiap gunung punya keunikan pemandangan samudera di atas awan tersendiri. Gunung Lawu pun tak ketinggalan memberikan pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Saya dan tim merasa beruntung sekali karena dapat menyaksikan pemandangan ini walaupun pendakian dilakukan saat musim hujan.


4 Tempat Yang Ingin Saya Kunjungi di 2013

Dari dulu saya sudah menyenangi kegiatan yang bernama traveling atau backpacking atau jalan-jalan atau wisata. Hanya saja sekarang saya ingin naik kelas. Dulu paling hebat saya jalan-jalan di sekitar Jawa Timur, propinsi di mana saya berdomisili kini. Dulu jalan-jalannya juga hanya sambilan menjalankan program kerja UKM di kampus. Sekarang saya ingin menjelajah Indonesia lebih jauh lagi. Saya ingin mengenal Indonesia lebih dekat lagi. Saya ingin keluar dan menikmati alam Nusantara. Saya ingin tahu lebih banyak tentang kebudayaan suku-suku bangsa di Nusantara. Saya ingin meningkatkan rasa cinta pada negeri ini.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi