Posts Tagged with ‘Kalimantan Selatan’


8 Objek Wisata Menarik Di Kota Banjarmasin

Banjarmasin, Kota Seribu Sungai itu identik dengan pasar terapung yang memang sangat unik dan tidak dapat kita temukan dengan mudah di tempat lain. Walaupun keberadaannya semakin terancam oleh modernisasi pembangunan yang lebih berorientasi di darat, tampaknya keberadaan pasar tradisional ini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para backpacker dan pelancong yang mengunjungi Kalimantan Selatan. Namun sebenarnya di Banjarmasin masih terdapat daya tarik selain pasar terapung. Berikut ini 8 objek wisata menarik di Kota Banjarmasin.


Pengalaman Horor di Jembatan Barito

Ternyata rencana yang baik sekalipun tidak selalu berjalan dengan baik. Walaupun semuanya sudah direncanakan dengan terperinci kadang ada saja faktor x yang bisa membuat rencana itu tidak berjalan semestinya. Itu yang saya alami ketika backpacking ke Banjarmasin beberapa waktu yang lalu. Sesuai dengan rencana, sehari sebelum pulang saya hendak mengunjungi Pasar Terapung Kuin, Pulau Kembang, Masjid Sultan Suriansyah, eksplorasi kota Banjarmasin, dan sore harinya ke Jembatan Barito. Semuanya berjalan dengan lancar kecuali rencana ke Jembatan Barito yang hampir saja batal.


Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Tertua di Kalimantan Selatan

Masjid Sultan Suriansyah bisa menjadi nilai tambah tersendiri ketika mengunjungi Pasar Terapung Kuin di Sungai Barito. Masjid yang terletak di tepian Sungai Kuin ini memang searah dengan Pasar Terapung Kuin jika kita berangkat dari Kota Banjarmasin. Jadi tidak akan rugi kalau sekali mendayung tiga pulau terlampaui kan? Masjid ini menurut catatan sejarah dibangun di era Kerajaan Banjar di masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-1550). Beliau adalah Raja Banjar pertama yang menganut agama Islam. Diperkirakan usia masjid ini sudah mencapai angka 450 tahun dan termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia.


Desa Pumpung, Obyek Wisata Penambangan Intan Tradisional

Di Pasar Intan Bumi Cahaya Selamat kita dapat menemukan segala jenis batu intan permata dan membelinya sebagai oleh-oleh. Namun jika ingin menyaksikan langsung bagaimana penambangan intan dilakukan, kita harus melakukan sedikit petualangan lagi. Puas menjelejahi pasar dan mendapatkan beberapa suvenir sebagai buah tangan, saya mencari informasi tentang lokasi penambangan intan di Martapura. Ternyata saya harus kembali ke arah Kota Banjar Baru untuk nantinya melanjutkan dengan angkutan lain menuju Desa Pumpung. Untuk lebih mudahnya, saya langsung berpesan saja ke supirnya kalau saya ingin diturunkan di desa penambangan intan tradisional itu.


Arsitektur Bangunan Sebagai Identitas Suatu Daerah

Sesungguhnya setiap daerah di Indonesia memiliki keunikannya masing-masing, termasuk juga dalam urusan arsitektur bangunan. Hampir semua suku bangsa di Indonesia mempunyai rumah tradisional yang khas dan unik. Biasanya rumah tradisional di satu daerah disesuaikan dengan kondisi alam setempat. Di beberapa daerah, rumah tradisional dibuat dengan tiang-tiang penyangga yang tinggi dan kokoh untuk menghindari banjir dan serangan hewan buas. Keunikan lain terletak pada ornamen berupa ukiran-ukiran yang disematkan pada bagian rumah tradisional. Pada umumnya ukiran-ukiran ini adalah karya seni bernilai tinggi. Sayangnya kemajuan zaman semakin mendesak penggunaan rumah tradisional sehingga kita terancam tidak akan lagi melihat karya-karya seni ini.


Martapura, Kotanya Para Pendulang Intan

Di hari terakhir jalan-jalan di Kota Banjarmasin, saya menyempatkan diri untuk mampir ke Martapura. Kota ini terkenal karena kerajinan intan berkualitas dan tambang intan tradisional yang tersebar di beberapa wilayahnya. Satu kesalahan besar kalau saya sudah jauh-jauh datang ke Banjarmasin tanpa mengunjungi Kota Intan ini. Dari hotel tempat saya menginap di Banjarmasin terlebih dulu harus ke terminal pal 6 dilanjutkan dengan angkutan lain jurusan bandara dan Martapura. Perjalanan dari Banjarmasin hingga Martapura ditempuh sekitar sejam, namun bisa juga lebih. Saya sendiri sempat tertidur di dalam angkutan.


Menikmati Suasana Pasar Terapung di Banjarmasin

Backpacking ke Banjarmasin rasanya tidak akan lengkap tanpa merasakan suasana pasar yang unik di pasar terapung. Kondisi geografis Banjarmasin yang dialiri oleh banyak sungai sepertinya telah membuat masyarakatnya beradaptasi dengan kehidupan sungai. Sungai menjadi urat nadi kehidupan. Rumah-rumah dibangun menghadap sungai, bukan membelakangi seperti di daerah lain. Sungai juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi utama. Selain menjadi moda transportasi, sungai juga dimanfaatkan sebagai pasar di kota ini. Ada dua pasar terapung yang paling terkenal di Kota Seribu Sungai, Pasar Terapung Kuin dan Pasar Terapung Lok Baintan.


Backpacking ke Banjarmasin, Kota Seribu Sungai

Akhirnya saya berhasil juga menginjakkan kaki di Bumi Borneo untuk pertama kalinya. Ya, ini perjalanan pertama saya ke Kalimantan. Saya memilih untuk mengunjungi Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan yang mendapatkan julukan Kota Seribu Sungai. Kota ini memang pantas mendapatkan julukan itu. Walaupun jumlah sungai yang melintasi Banjarmasin tidak sampai hitungan seribu, namun dijamin sungai tidak sulit ditemukan di kota ini. Bahkan sungai menjadi salah satu moda transportasi utama dan merupakan urat nadi kehidupan warganya.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi