Posts Tagged with ‘Jawa Timur’


Peraturan Baru Pendakian Gunung Semeru

Popularitas Gunung Semeru memang semakin melejit seiring dengan suksesnya film 5 CM yang diangkat dari novel dengan judul yang sama. Keindahan pemandangan jalur pendakian Gunung Semeru yang disajikan dalam film garapan Rizal Mantovani tersebut mampu memancing rasa penasaran khalayak ramai. Pendakian ke Gunung Semeru pun meningkat dengan drastis. Bahkan pada akhir tahun 2012 lalu jumlah pendaki ke Gunung Semeru dapat dikatakan membludak. Celakanya lagi kebanyakan pendaki yang terprovokasi film 5 CM tidak memiliki cukup pengetahuan tentang pendakian. Mereka juga rata-rata kurang memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga keaslian, keasrian, dan kelestarian Gunung Semeru.


Foto-foto Unik dan Menarik Dari Pawai Ogoh-Ogoh Surabaya

Walaupun harus berlari-lari di bawah terik sinar matahari yang membakar kulit, saya tetap semangat menjepret momen demi momen di acara Pawai Ogoh-ogoh Surabaya yang diadakan di Tugu Pahlawan. Pawai Ogoh-ogoh di Kota Pahlawan ini memang dilangsungkan siang hari bukan sore menjelang malam seperti di Bali. Sekitar 11 raksasa berwajah menyeramkan siang itu di arak mengelilingi Tugu Pahlawan. Patung-patung berukuran besar itu adalah perwujudan Buta Kala sebagai lambang kejahatan, nantinya mereka akan dibakar sebagai simbol kalahnya kejahatan.


Pawai Ogoh-ogoh Di Tugu Pahlawan, Surabaya

Setelah sehari sebelumnya menyaksikan Upacara Melasti di Pura Agung Jagat Karana, Senin (11/03/2013) yang lalu saya kembali menyempatkan diri untuk melihat pawai Ogoh-ogoh di Tugu Pahlawan, Surabaya. Jika di Bali Ogoh-ogoh diarak sore hari menjelang malam, maka di Surabaya sedikit agak berbeda. Pawai Ogoh-ogoh di Kota Pahlawan dilakukan di siang hari. Pasalnya rombongan harus kembali ke pura asalnya masing-masing pada sore harinya. Itu sebabnya juga tidak ada pembakaran Ogoh-ogoh karena acara itu akan dilangsungkan di daerah asalnya.


Upacara Melasti Di Pura Agung Jagat Karana, Surabaya

Tiga atau dua hari menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu biasanya melakukan upacara Melasti. Melasti adalah upacara untuk menyucikan manusia dan alam dari segala kotoran (leteh). Pada hari ini umat Hindu beramai-ramai mendatangi pura dan mengarak segala sarana persembahyangan yang ada di pura ke danau atau pantai. Umat Hindu percaya bahwa pantai dan danau merupakan sumber air suci (tirta amerta) yang bisa menyucikan kotoran di dalam diri manusia dan alam. Arak-arakan umat yang membawa segala sarana persembahyangan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Itu sebabnya Bali sangat ramai menjelang Hari Raya Nyepi.


Indahnya Sunrise di Puncak Gunung Lawu

Saya mengagumi keindahan pemandangan matahari terbit (sunrise) di pagi hari sama seperti besarnya kekaguman saya pada keindahan pemandangan matahari terbenam (sunset) di sore hari. Mengagumi sunrise bukanlah pekerjaan mudah. Butuh sedikit pengorbanan jika ingin menyaksikan Sang Mentari bangun dari tidurnya. Setidaknya kita harus bangun lebih pagi dari biasanya, bahkan lebih awal dari Sang Mentari sendiri. Itu artinya kita harus memotong jatah tidur kita yang mungkin sudah berkurang dipakai begadang semalaman :D. Beberapa orang bahkan rela melawan rasa letih mencapai puncak gunung dan melawan dinginnya udara pagi demi menyaksikan indahnya sunrise.


Ngegembel di Gunung Lawu

Ngegembel di Gunung Lawu adalah pengalaman yang cukup menarik ketika saya dan teman-teman tim pendakian gunung penuh misteri dan mistis¬†itu telah¬†turun dan hendak melanjutkan perjalanan pulang ke Madiun sebagai tempat transit ke Surabaya (sebagian ke Bojonegoro). Awal cerita sebenarnya sudah diplot pada saat kedatangan kami di Cemoro Sewu sebagai pintu masuk ke Lawu. Ongkos angkot dari Terminal Plaosan di Magetan menuju Cemoro Sewu yang di luar dugaan itu lah yang menjadi sebab musababnya. Saat akan membayar ongkos, salah seorang teman saya bertanya ke supir angkotnya “Berapa Mas?”, “Seratus ribu Mas..” balas si supir tanpa rasa bersalah. Seperti disambar geledek di siang bolong, jawaban itu sontak membuat kami berempat terkejut dan saling bepandangan. Kami tak percaya akan semahal itu.


Samudera Di Atas Awan, Gunung Lawu

Samudera di atas awan adalah salah satu fenomena yang membuat setiap pendaki gunung terkagum-kagum ketika mencapai puncak. Hampir setiap gunung menyajikan pemandangan seperti ini ketika cuaca cukup cerah. Setiap gunung punya keunikan pemandangan samudera di atas awan tersendiri. Gunung Lawu pun tak ketinggalan memberikan pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Saya dan tim merasa beruntung sekali karena dapat menyaksikan pemandangan ini walaupun pendakian dilakukan saat musim hujan.


Senja di Masjid Cheng Ho Pandaan, Pasuruan

Sejauh yang saya tahu hingga saat ini, ada tiga Masjid Cheng Ho di Indonesia. Satu masjid di Palembang dan dua lainnya ada di Jawa Timur. Ketiga masjid ini mempunyai arsitektur yang unik dan berbeda dengan kebanyakan masjid di Indonesia. Mungkin karena masjid-masjid tersebut memang didirikan untuk mengenang dan menghormati Laksamana Cheng Ho, arsitekturnya pun mengadopsi gaya bangunan-bangunan klenteng khas ethnis Tionghoa. Warna dan ornamen yang melekat pada masjid-masjid ini pun sangat identik dengan etnis Tionghoa. Dua diantaranya, Masjid Cheng Ho Palembang dan Surabaya, didirikan PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). Sedangkan Masjid Cheng Ho Pandaan dibangun atas inisiatif Pemkab Pasuruan.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi