Indahnya Sunrise di Puncak Gunung Lawu

Saya mengagumi keindahan pemandangan matahari terbit (sunrise) di pagi hari sama seperti besarnya kekaguman saya pada keindahan pemandangan matahari terbenam (sunset) di sore hari. Mengagumi sunrise bukanlah pekerjaan mudah. Butuh sedikit pengorbanan jika ingin menyaksikan Sang Mentari bangun dari tidurnya. Setidaknya kita harus bangun lebih pagi dari biasanya, bahkan lebih awal dari Sang Mentari sendiri. Itu artinya kita harus memotong jatah tidur kita yang mungkin sudah berkurang dipakai begadang semalaman :D. Beberapa orang bahkan rela melawan rasa letih mencapai puncak gunung dan melawan dinginnya udara pagi demi menyaksikan indahnya sunrise.

Ngegembel di Gunung Lawu

Ngegembel di Gunung Lawu adalah pengalaman yang cukup menarik ketika saya dan teman-teman tim pendakian gunung penuh misteri dan mistis¬†itu telah¬†turun dan hendak melanjutkan perjalanan pulang ke Madiun sebagai tempat transit ke Surabaya (sebagian ke Bojonegoro). Awal cerita sebenarnya sudah diplot pada saat kedatangan kami di Cemoro Sewu sebagai pintu masuk ke Lawu. Ongkos angkot dari Terminal Plaosan di Magetan menuju Cemoro Sewu yang di luar dugaan itu lah yang menjadi sebab musababnya. Saat akan membayar ongkos, salah seorang teman saya bertanya ke supir angkotnya “Berapa Mas?”, “Seratus ribu Mas..” balas si supir tanpa rasa bersalah. Seperti disambar geledek di siang bolong, jawaban itu sontak membuat kami berempat terkejut dan saling bepandangan. Kami tak percaya akan semahal itu.

Samudera Di Atas Awan, Gunung Lawu

Samudera di atas awan adalah salah satu fenomena yang membuat setiap pendaki gunung terkagum-kagum ketika mencapai puncak. Hampir setiap gunung menyajikan pemandangan seperti ini ketika cuaca cukup cerah. Setiap gunung punya keunikan pemandangan samudera di atas awan tersendiri. Gunung Lawu pun tak ketinggalan memberikan pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Saya dan tim merasa beruntung sekali karena dapat menyaksikan pemandangan ini walaupun pendakian dilakukan saat musim hujan.

4 Tempat Yang Ingin Saya Kunjungi di 2013

Dari dulu saya sudah menyenangi kegiatan yang bernama traveling atau backpacking atau jalan-jalan atau wisata. Hanya saja sekarang saya ingin naik kelas. Dulu paling hebat saya jalan-jalan di sekitar Jawa Timur, propinsi di mana saya berdomisili kini. Dulu jalan-jalannya juga hanya sambilan menjalankan program kerja UKM di kampus. Sekarang saya ingin menjelajah Indonesia lebih jauh lagi. Saya ingin mengenal Indonesia lebih dekat lagi. Saya ingin keluar dan menikmati alam Nusantara. Saya ingin tahu lebih banyak tentang kebudayaan suku-suku bangsa di Nusantara. Saya ingin meningkatkan rasa cinta pada negeri ini.

7 Gunung Tertinggi di Indonesia

Percaya atau tidak, kita hidup di atas lingkaran cincin api yang membentang dari barat hingga timur negeri ini. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak sekali gunung berapi yang masih aktif. Negeri ini rawan mengalami bencana letusan gunung dan gempa bumi karena letak geografisnya yang berada di jalur pegunungan aktif. Kadang saya berpikir, ini adalah anugerah sekaligus kutukan untuk negeri kita. Keberadaan gunung berapi tersebut dapat sewaktu-waktu menimbulkan bencana. Letusan yang disertai lahar dan semburan debu panas bisa menewaskan apa saja yang diterjangnya. Namun semburan abu vulkanik juga menjadikan negeri ini subur luar biasa.

Menanti Matahari Terbenam di Pantai Losari

Matahari terbenam atau sunset merupakan salah satu keindahan fenomena alam yang sangat saya kagumi. Saya selalu takjub bagaimana alam memberikan pertunjukan warna yang sangat magis di ufuk barat tatkala Sang Mentari turun ke peraduannya. Kombinasi warna-warni merah, kuning keemasan, dan jingga menghiasi langit menyajikan tontonan yang memanjakan mata. Bagi saya pribadi, sunset adalah momen yang sangat menenangkan. Ada suatu kedamaian tersendiri saat menyaksikannya. Dan pantai merupakan salah satu tempat yang paling pas untuk menanti matahari terbenam.

Mengenang Perjuangan Merebut Irian Barat di Monumen Mandala

Perjuangan selalu membutuhkan pengorbanan, begitulah adanya. Itu lah yang membuat cerita perjuangan layak dikenang. Layak diteruskan ke generasi berikutnya. Layak untuk mendapatkan sebuah monumen atau prasasti untuk mengingatkan generasi penerus akan besarnya pengorbanan dalan perjuangan. Bangsa Indonesia dalam perjalanan merebut kemerdekaan dilakukan dengan perjuangan yang mengorbankan banyak jiwa dan raga. Salah satu yang akan selalu dikenang adalah perang di Laut Arafuru dalam upaya mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi. Monumen Mandala akan selalu mengingatkan kita pada perjuangan tersebut.

Wisata Sejarah ke Benteng Somba Opu di Makassar

Awalnya saya berpikir bahwa Benteng Somba Opu itu akan tampak gagah seperti Benteng Ujung Pandang (Fort Rotterdam) yang sudah saya kunjungi sebelumnya. Ternyata saya salah besar. Saya tidak menemukan bangunan dengan tembok super tebal di benteng ini. Saya juga tidak melihat bangunan dengan bentuk menyerupai benteng kebanyakan. Benteng Somba Opu itu juga ternyata sangat luas, jauh melebihi luas Fort Rotterdam. Mungkin karena faktor luas itu lah mengapa saya tidak melihat bangunan seperti benteng pada umumnya.

| Copyright © 2012 - Loewyi Simple Themes All Rights Reserved | Created By loewyi